Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Caharilah Tuhan dan hiduplah! asal jangan Ia mendatangi bangsa Yusuf seperti api yang makan habis, sehingga seorangpun tiada yang memadamkan dia di Bait-el.
Amos 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 5:14 (IDN) »
Tuntutilah barang yang baik, jangan barang yang jahat, supaya kamu boleh hidup, supaya dengan demikian Tuhan, Allah serwa sekalian alam, boleh serta dengan kamu, seperti katamu itu.

Markus 9:43 (IDN) »
Dan jikalau tanganmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; sebab lebih baik engkau masuk dengan tangan sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau masuk dengan berdua belah tangan ke dalam jahanam, yaitu ke dalam api yang tiada terpadamkan,

Yehezkiel 20:47 (IDN) »
Katakanlah kepada hutan selatan itu: Dengarlah olehmu firman Tuhan: Demikianlah firman Tuhan Hua: Bahwasanya Aku menyalakan suatu api di dalammu yang makan habis kelak akan segala pohon kayu yang hijau dan akan segala pohon kayu yang kering di dalammu, maka nyala api yang menjulang itu tiada akan terpadamkan, dan olehnya juga ia itu akan bernyala-nyala pada segala pihak dari pada selatan datang ke utara.
Amos 5:6 (IDN) - “Caharilah Tuhan dan hiduplah!”
Dalam kitab Amos, konteksnya adalah periodes masyarakat Israel yang membanggakan ibadah luar sementara keadilan dan iman kepada Tuhan berkurang. Ayat ini menegaskan panggilan Tuhan untuk kembali kepada hidup berkenan kepada-Nya, bukan sekadar ritual. Ucapan ini menggugah umat supaya menjemput hidup yang benar di hadapan Tuhan, agar tidak menanggung murka-Nya seperti api yang memakan habis.
Frasa “Caharilah Tuhan” berarti takut, menghormati, dan hidup sesuai kehendak-Nya secara nyata, bukan hanya menghadiri ritual ibadah. Panggilan untuk hidup benar menyiratkan adanya konsekuensi ilahi jika umat menolak: Tuhan akan datang seperti api yang membakar tanpa penyudah. Di konteks Bait El, fokusnya adalah peringatan bahwa strategi religius tidak cukup jika tidak diiringi keadilan sosial dan ketaatan hati.
Konsep inti dan tema utama
Ayat-ayat terkait (cross-references)
Beberapa bagian lain Alkitab menegaskan tema pertobatan hidup bakti nyata kepada Tuhan:
Penjelasan singkat: ketiga referensi menekankan bahwa ibadah yang benar meliputi karakter dan tindakan konkret dalam keadilan dan kasih.
Refleksi praktis
Coba telusuri bagaimana kehidupan sehari-hari dapat mencerminkan komitmen kepada Tuhan. Pertanyaan introspektif: Apakah kita mengutamakan ritus formal sambil mengabaikan sesama? Atau kita benar-benar hidup berlandaskan keadilan, kebenaran, dan kasih? Panggilan Amos mengajak kita agar hidup yang memberi tempat bagi Tuhan dalam setiap keputusan—di rumah, pekerjaan, dan komunitas.
Ringkasan pendalaman
Ayat ini menegaskan bahwa ibadah sejati lahir dari hidup yang tunduk kepada Tuhan secara total—bukan sekadar upacara. Tuhan mengundang umat-Nya untuk berbalik dari kealpaan ritual yang semu dan memilih hidup yang mencerminkan kasih, keadilan, serta ketetapan-Nya. Jika tidak, kedatangan-Nya akan digambarkan sebagai api yang menghanguskan tanpa dimaafkan.
Catatan redaksi dan kutipan singkat
Beberapa frasa inti yang sejalan dengan pandangan para pengkhotbah perpendapat publik domain (John Henry, Barnes, Clarke) menyoroti perlunya pertobatan sungguh-sungguh dan perbaikan sikap manusia terhadap sesama sebagai inti ibadah. Frasa umum yang bisa diambil adalah: “ibadah yang lahir dari hati” dan “keadilan yang mengalir.”