Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:10 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa mereka itu benci akan orang yang memutuskan hukum dengan adil di dalam pintu gerbang dan dihinakannya orang yang berkata dengan sebenarnya.
Amos 5:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Raja-raja 22:8 (IDN) »
Maka kata raja orang Israel kepada raja Yosafat: Ada lagi seorang yang boleh kita bertanyakan Tuhan olehnya, tetapi bencilah beta akan dia, sebab satupun tiada yang baik dikatakannya akan hal beta, melainkan jahat belaka, yaitu Mikha bin Yimla. Maka ujar raja Yosafat: Jangan tuan berkata begitu!

Yesaya 29:21 (IDN) »
Yaitu segala orang yang menyalahkan orang sebab sepatah kata jua, dan yang memasang jerat akan orang yang mencahari kebenaran di dalam pintu gerbang, dan yang memutarbalikkan perkara orang yang benar itu dengan tipunya.

Yeremia 17:16 (IDN) »
Bahwa tiada aku tahu memaksa-maksa terlebih dari pada patut kepada seorang gembala; dan lagi tiada aku menghendaki hari yang amat celaka itu; Engkau juga yang mengetahuinya; bahwa barang yang sudah keluar dari pada mulutku itu adalah di hadapan hadirat-Mu.
Amos 5:10 (IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini muncul dalam polemik nabi Amos yang menegur ketidakadilan sosial dan hilangnya keadilan di pintu gerbang kota Israel. Dalam konteksnya, pintu gerbang kota adalah tempat pengadilan dan transaksi publik. Nabi menuding orang-orang fasik yang membenci kejujuran dan memisahkan diri dari kebenaran, serta menghina mereka yang menegakkan hukum dengan adil. Ayat ini menandakan sebuah budaya yang menormalisasi kebohongan dan ketidakadilan, sehingga mereka yang berusaha berbicara kebenaran diperlakukan sebaliknya — diusik, dihina, atau diabaikan.
Makna sentral
Ayat ini menyoroti persekongkolan sosial yang menolak kebenaran dan menolak keadilan yang menyingkap kebusukan. Orang yang memutuskan hukum dengan adil di pintu gerbang dipandang sebagai ancaman oleh mereka yang hidup dari korupsi dan penipuan. Penolakan terhadap orang yang berkata benar menunjukkan ketidakberesan sistemik: hukum dipakai untuk keuntungan pihak berkuasa, bukan untuk kebenaran dan keadilan bagi semua.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat tentang hubungan: Ketiga ayat ini menegaskan bahwa keadilan Tuhan tidak bisa dipisahkan dari integritas moral warga negara dan institusi hukum. Ketika hukum dipakai untuk menindas atau untuk keuntungan pribadi, panggilan profetik Amos adalah keadilan kembali kepada jalan Tuhan.
Refleksi praktis
Kaitan dengan para penafsir terdahulu
Beberapa pidato penafsir berbahasa Inggris dalam tradisi lepas-pakai publik-domain menekankan bahwa ketidakadilan tidak hanya melukai individu, tetapi merusak tatanan sosial. Kunci penekanan yang relevan adalah bahwa dialog yang jujur tentang keadilan memantik perubahan moral, meskipun sering menimbulkan represi terhadap pembawa kebenaran.
Ringkasan singkat
Amos 5:10 memperingatkan tentang kebiasaan menghukum kebenaran dan menghina mereka yang berani menyatakan kebenaran. Ayat ini menantang komunitas untuk mengecek moralitas publik dan mengembalikan keadilan di setiap pintu gerbang kehidupan bersama.