Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:2 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa puteri Israel sudah jatuh, tiada dapat ia bangun pula; ia sudah tercampak kepada tanahnya, seorangpun tiada yang mengangkat akan dia.
Amos 5:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 14:17 (IDN) »
Sebab itu katakanlah ini kepada mereka itu: Bahwa dengan tiada berkeputusan baik siang baik malam berhamburanlah air mata dari pada mataku, sebab anak dara puteri bangsaku sudah kena luka, ia itu luka parah dan kena suatu bala yang sangat pedih.

2 Raja-raja 15:29 (IDN) »
Maka pada zaman Pekah, raja orang Israel, datanglah Tijlat-Pilezar, raja benua Asyur, dialahkannya negeri Iyon dan Abel-Bait-Maakha dan Yanoah dan Kedes dan Hazor dan Gilead dan Galilea dan segala negeri Naftali, dipindahkannya segala orang isinya ke Asyur.

2 Raja-raja 17:16 (IDN) »
Bahkan, ditinggalkannya segala firman Tuhan, Allahnya, diperbuatnya akan dirinya patung tuangan, yaitu anak lembu dua ekor, dan diperbuatkannya beberapa hutan-hutan dan mereka itu menyembah sujud kepada segala tentara di langit dan berbuat bakti kepada Baal.
Amos 5:2 (IDN) - Penjelasan Ringkas dalam Konteks
Ayat ini adalah bagian dari nada nubuat Amos kepada Israel yang sedang menjelang runtuhnya kerajaan utara. Perumpamaan puteri Israel (bangsa Israel, jemaat, atau dys), yang sudah jatuh, menekankan kehilangan kemuliaan, kekuatan, dan perlindungan Allah ketika bangsa itu menyeleweng dari firman-Nya. Ayat ini menggambarkan keadaan tanpa harapan bangkit kembali, sebuah pemberitaan keras tentang akibat dosa kolektif dan penolakan panggilan Allah untuk bertobat.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan keadaan telah jatuhnya Israel secara historis dan rohani. “Puteri Israel” adalah personifikasi dari bangsa itu; mereka telah kehilangan derajat kebesaran dan kehidupan rohani yang seharusnya mereka miliki. “Tiadalah dapat ia bangun pula” mengandung nuansa total keruntuhan, sementara “tercampak kepada tanahnya” menonjolkan kehinaan dan kehilangan identitas. Ayat ini tidak sekadar meratapi kehancuran, tetapi juga menegaskan bahwa tanpa pertobatan dan pemulihan iman, tiada harapan untuk pulih dari kemurkaan Allah.
Gagasan sentral
Tiga tema kunci
Cross-references yang relevan
Renungan praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai kembali hidup rohani pribadi dan komunitas. Pertanyaiannya: apakah kita hidup dengan kemuliaan rohani yang mencerminkan identitas sebagai umat Allah, atau kita sibuk dengan bentuk luar tanpa inti ketaatan? Allah menuntut kesetiaan penuh; teguran-Nya bertujuan memulihkan, bukan sekadar menghukum. Pertobatan sejati—mencakup perubahan hati, hidup dalam keadilan, dan kasih kepada sesama—merupakan jalan keluar dari kehancuran rohani.
Ringkasan penutup
Amos 5:2 menyampaikan berita getir tentang kehancuran yang telah menimpa Israel. Namun, dalam nada nubuat, pesan inti adalah panggilan untuk bertobat dan mencari pemulihan di hadapan Allah. Ketika umat menolak Allah, konsekuensi tidak terelakkan; ketika mereka kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus, pintu pemulihan tetap terbuka bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya.
Kutipan singkat dari tokoh komentator publik domain
Beberapa galah pakar seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa nubuat ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan seruan kepada pertobatan dan pemurnian umat dari kemunafikan. Mereka menyoroti pentingnya iman yang hidup, bukan sekadar ritual;
“Kemarahan Allah menegaskan bahwa Tuhan bukan sekadar penimbang hukum, melainkan juga pemulih bagi yang berbalik.” (parafrase ringkas dari nuansa Henry/Barnes/Clarke)
Catatan kaki teks silang singkat
Rujukan silang utama: Yesaya 1:4-5, Yeremia 31:22, Hosea menggambarkan kasih korektif Allah; semua menolong memahami tujuan nubuat Amos dalam mengundang pemulihan rohani.