Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 6:1 Bilangan 6:2 Bilangan 6:3 Bilangan 6:4 Bilangan 6:5 Bilangan 6:6 Bilangan 6:7 Bilangan 6:8 Bilangan 6:9 Bilangan 6:10 Bilangan 6:11 Bilangan 6:12 Bilangan 6:13 Bilangan 6:14 Bilangan 6:15 Bilangan 6:16 Bilangan 6:17 Bilangan 6:18 Bilangan 6:19 Bilangan 6:20 Bilangan 6:21 Bilangan 6:22 Bilangan 6:23 Bilangan 6:24 Bilangan 6:25 Bilangan 6:26 Bilangan 6:27



Bilangan 6:14 (IDN) — Persembahan Nazir untuk Nazirite
Teks ini muncul dalam bagian tindakan nazar ketika seseorang menyatakan sumpahnya kepada Tuhan. Ayat ini menjelaskan jenis persembahan yang dibawa ketika seseorang menyelesaikan masa nazarnya atau saat memperbarui nazar. Khususnya, umat membawa persembahan bakaran berjumlah seekor anak domba jantan setahun tanpa cacat, seekor domba betina setahun tanpa cacat untuk korban karena dosa, dan seekor domba jantan tanpa cacat untuk korban syukur. Ketiga hewan ini menegaskan kekudusan, pengampunan, dan ucapan syukur yang menyertai sumpah Nazirite yang telah terpenuhi.
Ayat dalam konteks pasal
Bilangan 6 membahas nazar Nazirite, komitmen khusus yang menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan kesucian sementara. Ketika masa nazar selesai, persembahan-persembahan ini dipersembahkan sebagai tanda penyelesaian dan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Kombinasi persembahan bakaran, korban karena dosa, dan korban syukur menunjukkan tiga dimensi pengalaman iman: pengabdian kepada Tuhan, pengakuan dosa, dan ungkapan terima kasih atas pemulihan spiritual.
Inti pelajaran rohani
Pelajaran utama di sini adalah kesetiaan pada komitmen kepada Tuhan serta pengakuan bahwa keselamatan dan peningkatan rohani terjadi melalui persembahan yang mengakui dosa serta memuliakan kebaikan-Nya. Nazir dianggap terpisah demi tujuan ibadah, namun tetap membutuhkan penyucian dan pengakuan ketika perjalanan nazar selesai. Persembahan ini tidak hanya simbolik, melainkan bagian dari hidup yang berkenan kepada Tuhan: kepatuhan, kerendahan hati, dan ucapan syukur.
Perbandingan dengan bagian lain
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat terhadap rujukan: kedua bagian ini menekankan bahwa setiap langkah penyembahan memerlukan kemurnian hati dan tata ibadah yang tepat, sehingga persembahan dalam Bilangan 6:14 tidak berdiri sendiri tetapi terhubung dengan pola ibadah yang lebih luas di umat Israel.
Aplikasi praktis
Ringkasan
Bilangan 6:14 menegaskan bahwa penyelesaian nazar dimaksudkan untuk mengembalikan umat kepada keadaan kudus melalui tiga unsur persembahan: bakaran sebagai dedikasi, dosa sebagai pengakuan, dan syukur sebagai ungkapan terima kasih. Nilai inti adalah ketaatan, kesucian, dan pengakuan bahwa kemuliaan Tuhan pantas dirayakan dengan ucapan syukur yang tulus.
Catatan editorial: Dalam pandangan para penafsir klasik, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, fokusnya pada sikap hati di balik ritus ibadah—komitmen kepada Tuhan, pengakuan dosa, dan ungkapan syukur. Mereka menaruh penekanan pada makna penyucian dan kelimpahan anugerah Tuhan yang menyertai umat-Nya saat mereka memenuhi nazar dengan sah.