Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 6:1 Bilangan 6:2 Bilangan 6:3 Bilangan 6:4 Bilangan 6:5 Bilangan 6:6 Bilangan 6:7 Bilangan 6:8 Bilangan 6:9 Bilangan 6:10 Bilangan 6:11 Bilangan 6:12 Bilangan 6:13 Bilangan 6:14 Bilangan 6:15 Bilangan 6:16 Bilangan 6:17 Bilangan 6:18 Bilangan 6:19 Bilangan 6:20 Bilangan 6:21 Bilangan 6:22 Bilangan 6:23 Bilangan 6:24 Bilangan 6:25 Bilangan 6:26 Bilangan 6:27



Inti Tafsiran: Perkataan tentang nazar orang nazar (Bilangan 6:2)
Inti pokok teks ini adalah undangan Allah kepada umat Israel untuk mempersembahkan diri mereka secara khusus melalui nazar—komitmen pribadi yang mengarahkan fokus hidup kepada Tuhan bagi jangka waktu tertentu. Ayat ini membuka bagian nazar yang panjang dengan menetapkan syarat bagi bani Israel untuk mengucapkan nazar dan menjalankannya bagi Tuhan.
Konteks sastra
Bilangan 6 berada dalam rentetan perintah tentang nazar yang ditujukan kepada semua komunitas Israel. Bab ini menjelaskan hakikat nazar, syarat, dan bagaimana nazar itu dilaksanakan, termasuk larangan atau terkait dengan penebusan bayi, pengurusan rambut, serta pemeliharaan suci. Ayat pembuka menekankan bahwa nazar adalah perkataan yang keluar dari kebebasan hubungan dengan Tuhan, bukan sekadar ritual.
Penafsiran teologis utama
Nazar adalah pengabdian yang sengaja dipisahkan dari rutinitas duniawi untuk waktu tertentu, dengan tujuan berkenan di hadapan Tuhan. Ini menegaskan tema kesetiaan pribadi kepada Allah yang relevan bagi umat beriman: pengabdian tidak hanya formal, tetapi sungguh-sungguh. Kesempatan nazar menggarisbawahi bahwa manusia bisa memilih menjalani hidup yang lebih fokus pada kekudusan, ketimbang pembiasaan biasa. Allah menghargai niat manusia yang mengalir dari iman dan ketaatan.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-references singkat: - Imamat menguraikan syarat-syarat ritual terkait nazar dan penyucian diri. - Bilangan 6 secara khusus menjelaskan cara menjaga sumpah nazar agar tetap suci. - Roma 12:1–2 menggarisbawahi pengabdian hidup sebagai persembahan yang hidup kepada Allah.
Perenungan pertanyaan
Kesimpulan singkat
Ayat pembuka Bilangan 6:2 menyoroti bahwa nazar adalah pernyataan kehendak untuk menempatkan diri secara khusus bagi Tuhan. Jelasnya niat ini tetap relevan: pengabdian yang dipupuk lewat komitmen nyata, kesetiaan pada waktu yang ditentukan, dan penelusuran hidup kudus di tengah dunia. Melalui contoh nazar, umat percaya dipanggil mengevaluasi bagaimana fokus hidup dapat diarahkan kepada Tuhan dengan integritas.
Rujukan singkat dari tafsir berjudul terdahulu
Jika Anda membaca karya-karya berbahasa Inggris lama secara singkat, catatan berikut sering dipakai untuk ilustrasi makna nazar: "The Nazarite vow is a voluntary separation to consecrate life to God for a period" (ringkas). Referensi ringkas dari penafsir terkenal seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke sering menekankan niat hati dan kekudusan hidup yang dinyatakan lewat nazar, tanpa mengesampingkan tanggung jawab kemanusiaan maupun hukum Allah. Namun, amanat utama di sini adalah memeriksa motif batin dan dampak spiritual dari komitmen tersebut terhadap hubungan dengan Tuhan.