Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 6:1 Bilangan 6:2 Bilangan 6:3 Bilangan 6:4 Bilangan 6:5 Bilangan 6:6 Bilangan 6:7 Bilangan 6:8 Bilangan 6:9 Bilangan 6:10 Bilangan 6:11 Bilangan 6:12 Bilangan 6:13 Bilangan 6:14 Bilangan 6:15 Bilangan 6:16 Bilangan 6:17 Bilangan 6:18 Bilangan 6:19 Bilangan 6:20 Bilangan 6:21 Bilangan 6:22 Bilangan 6:23 Bilangan 6:24 Bilangan 6:25 Bilangan 6:26 Bilangan 6:27



Bilangan 6:12 (IDN) - Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini berada dalam bagian hukum nazireat yang mengatur nazar para orang yang memilih hidup berdevosi kepada Allah untuk jangka waktu tertentu. Setelah masa nazar selesai, mereka diperintahkan menjalani upacara persembahan dan pembaharuan ritual. Ayat 12 menjelaskan bagaimana seorang nazir yang telah menapak masa nazarnya membawa korban karena salah, sebagai bagian dari pemurnian dirinya dan pengakuan atas pelanggaran pribadi selama masa nazarnya. Secara konteks, fokusnya adalah pada konsekuensi praktik nazar ketika masa nazar terpaksa terganggu atau karena suatu kekeliruan tetap perlu ada langkah pemulihan.
Makna sentral
Inti ayat ini adalah bahwa setelah masa nazar telah dilalui, ada kewajiban membawa persembahan untuk mengakui kesalahan atau kekhilafan yang terjadi sepanjang nazarnya. Nasihat praktisnya: tujuan nazar adalah kesetiaan kepada Tuhan, namun jika ada penyimpangan, dibutuhkan langkah pemulihan yang jelas, bukan penolakan diri secara tidak berujung.
Tema utama
Kajian silang (cross-references)
Beberapa bagian yang relevan untuk dipahami pola nazar dan pemulihan:
Penekanan tiap referensi adalah pentingnya akuntabilitas pribadi di hadirat Allah, sehingga pemulihan dilakukan dengan tulus melalui tindakan ibadah dan pengakuan.
Titik praktis bagi pembaca saat ini
Inti penutup
Ayat ini menegaskan bahwa hidup berdevosi kepada Tuhan menuntut ketekunan dan juga tanggung jawab saat ada kekeliruan. Pemulihan dilakukan melalui persembahan yang menunjukkan kesungguhan hati untuk bertumbuh dalam ketaatan kepada-Nya.
Rangkuman singkat
Bilangan 6:12 menggabungkan prinsip nazar dengan langkah pemulihan ketika terjadi kesalahan, melalui persembahan korban karena salah sebagai tanda pengakuan dan pemurnian hati. Ini mengingatkan kita bahwa hidupná nazar adalah perjalanan ketaatan yang membutuhkan kejujuran, pengakuan, dan komitmen untuk melanjutkan hidup berkenan di hadapan Tuhan.