Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 6:1 Bilangan 6:2 Bilangan 6:3 Bilangan 6:4 Bilangan 6:5 Bilangan 6:6 Bilangan 6:7 Bilangan 6:8 Bilangan 6:9 Bilangan 6:10 Bilangan 6:11 Bilangan 6:12 Bilangan 6:13 Bilangan 6:14 Bilangan 6:15 Bilangan 6:16 Bilangan 6:17 Bilangan 6:18 Bilangan 6:19 Bilangan 6:20 Bilangan 6:21 Bilangan 6:22 Bilangan 6:23 Bilangan 6:24 Bilangan 6:25 Bilangan 6:26 Bilangan 6:27



Bilangan 6:20 (IDN) – Penjelasan Singkat
Dalam bagian nazar’im yang didedikasikan kepada Tuhan, Bilangan 6 membahas aturan-aturan persembahan dan larangan yang menandai komitmen khusus seseorang kepada Tuhan. Ayat 20 menggambarkan bagaimana seorang imam memegang peran penting dalam mempersembahkan nazar tersebut. Setelah persembahan timangan dihadapan hadirat Tuhan, nazar itu dinyatakan sebagai kekudusan bagi imam, berbeda dari bagian-bagian korban yang lain. Baris ini menekankan adanya pemisahan ritual antara persembahan nazar dengan bagian-bagian korban yang umum, sehingga memberi makna bahwa nazar membawa unsur kehormatan khusus bagi pelaksananya serta berfungsi sebagai bagian yang memadai untuk memenuhi syarat hukum imam dalam konteks persembahan kepada Tuhan.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa persembahan timangan nazar menjadi hak istimewa imam sebagai bagian yang kudus untuk memegang dan mengangkat nazar di hadapan Tuhan. “Kesucian bagi imam” menekankan bahwa ada bagian khusus dalam persembahan nazar yang ditujukan bagi pemanfaatan ritual imam, sehingga tidak semua bagian dapat dinikmati oleh orang nazar secara bebas. Ini juga mencerminkan prinsip kemurnian ritual dan pemisahan antara unsur persembahan yang ditujukan kepada Tuhan dengan bagian-bagian yang dinikmati secara pribadi oleh nazar (dada, paha).
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
- Imamat 7:28-34: Penjelasan mengenai bagian-bagian persembahan korban timangan dan hak imam atas bagian tertentu.
- Bilangan 15:19-21: Ketentuan persembahan bagi bangsa Israel dan pemisahan bagian tertentu untuk korban bakaran dan persembahan lainnya, relevan untuk memahami konteks umat yang mendukung batasan terhadap bagian nazar.
- Ulangan 18:3-5: Penjelasan mengenai hak-hak imam terkait persembahan dan bagian-bagian tertentu yang diberikan kepada mereka.
Refleksi praktis
Ayat ini mengajar kita tentang keutuhan komitmen ritual dan cara Tuhan mengatur bagian-bagian persembahan agar sesuai dengan tujuan rohani. Dalam konteks pribadi, kita bisa melihat bagaimana komitmen kepada Tuhan—seperti nazar—memerlukan kehati-hatian dalam mengaplikasikan unsur “pendamaian” dan “pemuliaan” di hadapan Allah, sambil menjaga integritas dan tanggung jawab jemaat terhadap fungsi pelayanan rohani.
Garis besar penutup
Bilangan 6:20 menegaskan bahwa persembahan nazar menempatkan imam pada peran sentral dalam memelihara kekudusan dan tata kelola ritual. Bagian timangan menjadi simbol khusus bagi imam, sedangkan bagian-bagian lain dari persembahan tetap berhubungan dengan umat. Ayat ini menyoroti keteraturan ibadah Israel dan bagaimana kemurnian, pemisahan, dan tanggung jawab pelayanan saling terkait dalam menyatakan kesetiaan kepada Tuhan.
Cuplikan dari tokoh comments (tanpa kutipan penuh)
Ringkasan pandangan para komentator publik domain lama menyiratkan bahwa kekudusan persembahan dan hak imam terkait erat dengan tata kelola ibadah serta penghormatan kepada Tuhan melalui persembahan nazar. Ringkasnya, pemisahan unsur persembahan untuk imam menegaskan kedudukan khusus imam dalam kultus serta memberi gambaran jelas tentang tujuan rohani nazar.