Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 9:1 Bilangan 9:2 Bilangan 9:3 Bilangan 9:4 Bilangan 9:5 Bilangan 9:6 Bilangan 9:7 Bilangan 9:8 Bilangan 9:9 Bilangan 9:10 Bilangan 9:11 Bilangan 9:12 Bilangan 9:13 Bilangan 9:14 Bilangan 9:15 Bilangan 9:16 Bilangan 9:17 Bilangan 9:18 Bilangan 9:19 Bilangan 9:20 Bilangan 9:21 Bilangan 9:22 Bilangan 9:23


Bilangan 9:1 (IDN) — konteks dan makna inti
Ayat ini menempatkan kita pada masa setelah keluarnya bangsa Israel dari Mesir, ketika mereka berada di padang gurun. Tuhan berbicara kepada Musa pada bulan pertama tahun kedua sejak keluarnya mereka. Pesan ini menandai awal perintah untuk merayakan Paskah, dan sekaligus menegaskan bahwa Allah memperhatikan ritme waktu umat-Nya: tahun, bulan, dan musim perayaan. Konteksnya adalah persiapan perjalanan dan peringatan iman bagi bangsa Israel yang baru dibentuk sebagai umat Tuhan di tanah perjanjian.
Makna utama
Pada intinya ayat ini menegaskan bahwa Allah berkomunikasi secara teratur dengan pemimpin-Nya untuk mengarahkan umat-Nya dalam ketaatan dan perayaan iman. Perkataan Tuhan kepada Musa di padang Torsina menandai dimulainya tata ibadah yang terstruktur dan komitmen mereka terhadap hukum-hukum-Nya sejak awal pendudukan di padang gurun.
Tiga tema utama
Rangkaian rujukan Alkitab terkait
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa iman yang hidup itu teratur dan berpusat pada firman Allah. Dalam kehidupan rohani, kita dipanggil untuk menerima pimpinan ilahi melalui firman-Nya, menata waktu kita demi persekutuan dengan Tuhan, dan menyelaraskan hidup dengan perayaan kerohanian yang meneguhkan identitas kita sebagai umat yang dipanggil Allah.
Ringkasan penutup
Bilangan 9:1 menegaskan komunikasi Tuhan dengan Musa pada permulaan perjalanan bangsa Israel, tepatnya pada bulan pertama tahun kedua setelah keluarnya dari Mesir. Ayat ini menandai mulainya tata peribadatan yang mengarahkan umat dalam ketaatan kepada perintah ilahi, serta menegaskan bahwa perayaan iman dibangun di atas peristiwa penyelamatan dan kepemimpinan Allah melalui pemimpin-Nya.
Quotable notes — Terdapat bagian singkat dari penafsiran klasik publik domain yang relevan dalam rangka memahami peran Musa dan struktur perayaan: “Allah berfirman kepada Musa, dan Musa menyampaikan kepada umat” (refleksi umum dari karya-karya ahli perikopil seperti Matthew Henry, Adam Clarke, dan Albert Barnes, yang menekankan otoritas ilahi dan kepemimpinan nabi). Jika diperlukan, catatan kutipan spesifik dapat dicantumkan di bagian footnote sesuai kebutuhan editorial.