Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:24 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:24 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Barangsiapa yang menahankan rotan, ia itu benci akan anaknya, tetapi orang yang mengasihi akan anaknya itu mengajari dia pada masa mudanya.
Amsal 13:24 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:24 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 29:17 (IDN) »
Ajarilah anakmu, maka iapun akan menjadikan kesenanganmu, bahkan, iapun akan mendatangkan kesukaan kepada hatimu.

Amsal 23:13 (IDN) »
Janganlah tahankan pengajaran dari pada anakmu, jikalau engkau memukul akan dia, dengan rotan, maka tiada ia akan mati,

Amsal 19:18 (IDN) »
Ajarilah anakmu, maka boleh engkau lagi menaruh harap; masakan engkau menghendaki matinya.
Amsal 13:24 (IDN)
Iman perlu memahami disiplin anak dalam konteks kasih. Ayat ini menegaskan bahwa menahan rotan sebagai bentuk pengasuhan fisik bukanlah tujuan utama, melainkan cerminan hubungan kasih yang membimbing anak ke arah kebaikan. Hukum hikmat ini menekankan keseimbangan antara tegas dan penuh kasih sayang.
Setting langsung ayat
Ayat ini muncul dalam kitab Amsal, bagian kebijaksanaan yang menuntun orang percaya dalam membentuk karakter anak. Pesan inti adalah bahwa tindakan membenci anak karena tidak menenangkan disiplin tidak sejalan dengan kasih orang tua; kasih sejati mengarahkan anak pada masa mudanya melalui pengarahan yang tepat.
Pengajaran tentang Allah dan iman
Dalam konteks iman, disiplin dari orang tua mencerminkan pola disiplin Allah terhadap umat-Nya: kasih yang tegas, bertujuan untuk membangun karakter dan jalan hidup yang benar. Ketika manusia merespons dengan kasih, pengajaran menjadi jalur pengharapan dan pertumbuhan rohani.
Menjelaskan kata-kata penting
Ayat terkait yang berhubungan
Bersama Amsal 22:15 dan Efesus 6:4, tema disiplin dengan kasih muncul sebagai pola hikmat untuk membentuk karakter. Catatan singkat: Hikmat kuno menekankan tujuan akhir disiplin ialah kebaikan anak, bukan dendam atau kekuasaan.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Inti pesan dalam satu rangkuman
Amsal 13:24 menegaskan bahwa kasih sejati dalam pengasuhan ialah mengarahkan anak menuju kebaikan melalui disiplin yang bertujuan membentuk karakter, terutama pada masa-masa pembentukan diri. Disiplin yang lahir dari kasih adalah alat pembawa kepada kebajikan, bukan alat kekerasan.
Catatan editorial singkat
Penekanan pada kasih dalam mengajar anak diperlukan agar pembelajaran masa muda tidak menimbulkan dendam, melainkan pembentukan jiwa yang menghormati Tuhan dan sesama. Kutipan langsung para komentator publik domain tidak diminta secara eksplisit dalam bagian ini, tetapi pola umum yang bersandar pada karya-karya seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke telah mempengaruhi pembingkaian pandangan disiplin yang berlandaskan kasih.