Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:3 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Barangsiapa yang menunggui lidahnya, ia itu memeliharakan nyawanya, tetapi orang yang membukakan bibirnya luas-luas itu kelak akan binasa.
Amsal 13:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 21:23 (IDN) »
Barangsiapa yang memeliharakan mulutnya dan lidahnya, ia itu melepaskan dirinya dari pada beberapa kesusahan.

Amsal 18:21 (IDN) »
Mati dan hidup adalah dalam kuasa lidah, dan barangsiapa yang suka akan dia itu kelak akan makan buah-buahnya.

Yakobus 3:2 (IDN) »
karena kita sekalian bersalah di dalam banyak perkara. Jikalau barang seorang tiada bersalah di dalam hal berkata-kata, ialah orang yang sempurna, yang juga boleh menahan segenap tubuhnya.
Makna langsung ayat Amsal 13:3
Menahan lidah dan menjaga ucapan dengan hikmat adalah perlindungan bagi hidup seseorang; membuka bibir tanpa kendali membawa kepada bahaya dan kehancuran pribadi.
Latar belakang konteks
Amsal adalah kumpulan nasihat moral dan praktis yang menyoroti bagaimana kebijaksanaan Allah bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Bacaan ini menekankan pola sebab-akibat: ucapan yang terkontrol membangun, sedangkan ucapan yang tidak terkendali melukai diri sendiri dan orang lain. Dalam budaya zaman Salomo, lidah dianggap sebagai alat utama pembentuk hubungan, reputasi, dan arah hidup seseorang.
Observasi interpretatif
Pemikiran tematik singkat
Cross-references terkait (ringkas)
Efesus 4:29 menegaskan agar perkataan yang keluar tidak menimbulkan kepahitan, melainkan membangun sesama. Amsal 21:23 menyoroti bahwa menjaga mulut dan lidah adalah penjaga hidup seseorang dari masalah. Yakobus 1:26 mengingatkan bahwa jika seseorang mengira dirinya beribadah tetapi tidak menahan lidahnya, maka sia-sia ibadahnya.
Catatan para penafsir terdahulu (inti pendek)
Beberapa penafsir publik domain mengatakan bahwa kecenderungan manusia adalah melepas kata-kata tanpa kendali, tetapi hikmat sejati menuntun umat kepada cara berbicara yang membangun. Ringkasan mereka menekankan bahwa kontrol lidah bukan pengekangan sepenuhnya, melainkan pembaringan kata agar selaras dengan kehendak Tuhan.
Konteks praktis untuk kehidupan hari ini
Inti praktis
Siapa yang menahan lidahnya, menjaga nyawanya; siapa yang membuka bibirnya tanpa kendali, akan menghadapi akibat yang merugikan.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke are included only as paraphrase references; tidak mengutip teks lengkap di luar konteks ringkas.