Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:17 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Utusan yang jahat itu mendatangkan celaka, tetapi seorang pesuruhan yang setiawan itu seumpama obat adanya.
Amsal 13:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 25:13 (IDN) »
Seperti sejuk salju pada musim menuai, demikianlah seorang suruhan yang setiawan bagi orang yang menyuruhkan dia, karena disedapkannya hati tuannya.

Yehezkiel 3:18 (IDN) »
Apabila firman-Ku akan hal orang fasik demikian: Tak dapat tiada engkau akan mati kelak! maka tiada engkau menasehatkan dia dan satupun tiada katamu akan menasehatkan orang fasik itu dari pada jalannya yang jahat, supaya engkau menghidupi dia, bahwasanya orang fasik itupun akan mati di dalam kesalahannya, tetapi darahnya akan Kutuntut dari pada tanganmu.

Yehezkiel 33:7 (IDN) »
Adapun akan engkau, hai anak Adam! Aku sudah mengangkat engkau akan penunggu bagi bangsa Israel, sehingga engkau akan mendengar firman dari pada mulut-Ku dan engkau menasehatkan mereka itu dari pada pihak-Ku.
Interpretive Point Utama
Peribahasa ini menegaskan bahwa nasihat dan pesan dari pihak yang berbahaya membawa kerusakan, sementara nasihat yang setia dan dapat dipercaya bertindak seperti obat yang menyembuhkan. Sifat pesan dan sumbernya menentukan dampak bagi kehidupan manusia.
Konteks Sastra
Amsal 13:17 menonjolkan dua jalur komunikasi dalam kehidupan sehari-hari: pesanan yang jahat yang mencelakakan dan pesanan yang setia yang memulihkan. Ayat ini berada dalam bingkai nasihat kebijaksanaan yang menekankan integritas tutur kata, kehati-hatian berbahasa, dan konsekuensi praktis dari pilihan komunikasi. Dalam konteks kitab Amsal, kebijaksanaan dinyatakan lewat perilaku orang, bukan hanya gagasan abstrak; pesan yang disampaikan mencerminkan karakter sumbernya.
Makna Teologis dan Praktis
Secara teologis, firman Allah mengingatkan umat-Nya agar menjaga lidah dan tidak menaruh kepercayaan pada penjahat kata. Ketika pesan jahat masuk, ia membawa gangguan dan kerusakan bagi hubungan, pekerjaan, dan iman. Di sisi lain, pesan yang setia—yang jujur, tepat, dan dapat diandalkan—berfungsi sebagai obat bagi hati yang lelah, memperbaiki relasi, dan memulihkan keadaan yang rusak. Obat di sini menunjukkan penyembuhan yang perlahan namun pasti, baik bagi jiwa maupun komunitas.
Kaitan dengan Penafsir Klasik
Para penafsir klasik menekankan bahwa sumber pesan menentukan nilainya: nasihat dari orang jahat berbahaya karena motif, pengetahuan palsu, atau pengaruh jahat dapat menyesatkan. Sedangkan pesan dari orang percaya, yang hidup menurut hikmat Tuhan, membawa kebaikan, kedamaian, dan pemulihan. Waspadai niat di balik kata-kata, dan prioritaskan komunikasi yang membangun.
Beberapa penafsir berpendapat bahwa “pesuruhan yang setiawan” menyiratkan kesetiaan dalam nasihat, konsistensi dalam perilaku, serta kemampuan untuk menutupi kelemahan dengan kebenaran yang konstruktif. Mereka menaruh perhatian pada dampak jangka panjang komunikasi terhadap reputasi dan kesejahteraan komunitas.
Kaitannya dengan Skolastik Alkitabiah
Cross-reference singkat: Amsal 12:15 menekankan kebijaksanaan dalam mendengar lebih dulu, Yakobus 3:5-6 menunjukkan bagaimana lidah bisa menggerakkan bencana atau kebaikan, dan Efesus 4:29 menggarisbawahi kata-kata yang membangun dan tidak merusak. Ketiga bagian ini menyatu dengan konsep bahwa tutur kata memiliki kekuatan moral yang nyata dan bertanggung jawab di hadapan Allah dan sesama.
Pertanyaan Refleksi
Kesimpulan Singkat
Amsal 13:17 menegaskan logika sederhana namun mendalam: nasihat yang jahat merugikan, sedangkan nasihat yang setia menyembuhkan. Dalam dunia yang penuh omongan cepat dan informasi menipu, kita dipanggil memilih sumber dan cara komunikasi yang menumbuhkan damai, keadilan, dan pemulihan bagi sesama dan bagi jalan hidup kita di hadapan Tuhan.
Rujukan silang
Beberapa referensi relevan: kebijaksanaan dalam mendengar (Amsal 12:15), kendali lidah dan dampaknya (Yakobus 3:5-6), serta dorongan untuk berbicara yang membangun (Efesus 4:29).
Catatan kutipan: Narasi ini mengacu pada nuansa yang juga dijelaskan para penafsir klasik tentang sumber nasihat dan dampaknya terhadap komunitas, tanpa menyalin teks asli ayat-ayat lain secara penuh.