Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 17:1 Amsal 17:2 Amsal 17:3 Amsal 17:4 Amsal 17:5 Amsal 17:6 Amsal 17:7 Amsal 17:8 Amsal 17:9 Amsal 17:10 Amsal 17:11 Amsal 17:12 Amsal 17:13 Amsal 17:14 Amsal 17:15 Amsal 17:16 Amsal 17:17 Amsal 17:18 Amsal 17:19 Amsal 17:20 Amsal 17:21 Amsal 17:22 Amsal 17:23 Amsal 17:24 Amsal 17:25 Amsal 17:26 Amsal 17:27 Amsal 17:28



Amsal 17:1 (IDN): “Bahwa sesuap nasi yang kering, asal disertai kesenangan hati, itu terlebih baik dari pada rumah penuh dengan binatang sembelihan yang tambun-tambun, tetapi disertai perbantahan.”
Setting segera teks ini menempatkan kita pada tema kebahagiaan sejati di rumah tangga, lebih daripada kemewahan lahiriah. Ayat ini menantang kecenderungan manusia untuk menilai kesejahteraan dari kekayaan dan pesta, sementara realitas batin—ketenangan hati dan persatuan—dinilai lebih berharga di mata hikmat Israel.
Makna inti tentang Allah dan iman
Kitab Amsal menekankan kebijaksanaan praktis yang berasal dari takut akan Tuhan. Ayat ini menegaskan bahwa Allah menghargai hati yang damai dan syukur lebih dari kemewahan ceremonial tanpa damai. Ketenangan hati di tengah kesederhanaan menunjukkan kepercayaan kepada Tuhan yang memelihara; bukan kesenangan yang dihasilkan dari pertengkaran atau perselisihan dalam keluarga. Ketika hati bersukacita, itu menunjukkan ketaatan kepada Allah dalam bagaimana kita menjalani hidup sehari-hari, meskipun dalam hal-hal kecil seperti sepotong roti.
Penjelasan kata dan gambaran utama
Kait dengan bagian lain Kitab Suci
– Proverbi 16:20 menegaskan bahwa orang yang percaya kepada Tuhan berbahagia; demikian juga Proverbi 15:17 menyeimbangkan antara kemewahan dan kasih sayang dalam hidup rumah tangga. Penafsiran imam-imam besar menekankan bahwa kebijaksanaan praktis beriringan dengan sikap hati yang lembut kepada sesama.
– Ayat-ayat tentang damai dalam rumah tangga seringkali dipakai untuk menyoroti pentingnya kasih, kesabaran, dan pengampunan sebagai pondasi kehidupan bersama (lihat Efesus 4:26-31; 5:33-6:4 sebagai gambaran umum tentang harmoni keluarga dalam iman).
Aplikasi praktis untuk masa kini
Catatan dari tokoh penafsir umum
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa kebahagiaan rohani lebih berarti daripada kemegahan ritual. Mereka menyoroti bahwa damai hati adalah cerminan hubungan hidup dengan Tuhan dan sesama. Dalam pandangan mereka, frasa sesuap nasi yang kering menggambarkan kepuasan yang sebenarnya berasal dari kebahagiaan hati yang dibangun atas hubungan yang benar dengan Tuhan dan keluarga.
Rujukan silang
– Amsal 15:17: kasih dan kedamaian lebih penting daripada hidangan yang mewah bila tidak ada kasih; kedamaian rumah menguatkan hubungan. Kedamaian rumah lebih penting daripada kemewahan tanpa kedamaian.
– Mazmur 34:9-10: Tuhan memelihara orang yang takut akan Dia, memberikan makanan dan pemeliharaan sesuai kebutuhan. Hakikatnya adalah percaya kepada Pemelihara, bukan mengandalkan kemewahan.
– Efesus 4:29-32: perbantahan merusak, sebaliknya perkataan yang membangun dan kasih menumbuhkan damai.
Inti tafsiran gabungan: hikmat proverbs mengangkat nilai hati yang bersukacita bersama Tuhan dan keluarga sebagai lebih berharga daripada kemewahan lahiriah tanpa damai. Aplikasi praktis menuntun kita untuk mengevaluasi prioritas rumah tangga dengan mengedepankan kasih, syukur, dan rekonsiliasi.