Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 17:1 Amsal 17:2 Amsal 17:3 Amsal 17:4 Amsal 17:5 Amsal 17:6 Amsal 17:7 Amsal 17:8 Amsal 17:9 Amsal 17:10 Amsal 17:11 Amsal 17:12 Amsal 17:13 Amsal 17:14 Amsal 17:15 Amsal 17:16 Amsal 17:17 Amsal 17:18 Amsal 17:19 Amsal 17:20 Amsal 17:21 Amsal 17:22 Amsal 17:23 Amsal 17:24 Amsal 17:25 Amsal 17:26 Amsal 17:27 Amsal 17:28



Amsal 17:14 (IDN) — Permulaan perkelahian
Inti makna: Permulaan perkelahian itu seperti air tiris; jika tidak segera ditahan, pertikaian kecil bisa meledak menjadi ledakan besar. Maka hikmat kebajikan mengajak kita meninggalkan perbantahan sejak dini sebelum situasi menjadi tidak terkendal.
Latar konteks (latar kitab Amsal): Kitab Amsal menata hidup dalam hikmat praktis. Ayat ini menonjolkan penyelesaian konflik secara bijak, menekankan dampak buruk dari pertengkaran yang dibiarkan. Ayat itu mengingatkan kita bahwa tindakan menahan diri pada tahap permulaan perbantahan menunjukkan kebijaksanaan yang menjaga damai dan menghindarkan konsekuensi yang lebih merugikan.
Pengamatan tafsiran (ringkas, berimbang):
Tafsiran singkat dari pandangan para komentator (singkat, tanpa mengulang terlalu panjang):
Beberapa tokoh klasik menekankan bahwa memperlambat respons marah adalah tindakan bijaksana. Mereka melihat perkelahian sebagai proses: dorongan awal memacetkan jembatan komunikasi jika tidak dibereskan. Inti nasihat adalah mengambil langkah menahan diri sebelum situasi berkembang menjadi pertikaian besar.
Referensi silang yang relevan:
Rujukan singkat dengan penjelasan (tanpa menyalin teks ayat secara utuh):
Hubungan dengan Amsal 15:1 menunjukkan perlunya jawaban yang lemah lembut untuk meredam kemarahan; Amsal 16:32 menyoroti keutamaan menguasai diri daripada memimpin pasukan yang sembrono. Amsal 19:11 memperlihatkan ketekunan menahan diri sebagai kebijaksanaan dalam menghindari sengketa yang tidak perlu.
Implikasi praktis yang singkat:
Catatan editorial singkat: Narasi ini menekankan belajar menahan diri pada tahap permulaan perselisihan, sebagaimana dianjurkan para komentator publik domain yang fokus pada hikmat praktis dalam kitab suci. Poin-poin di atas disatukan untuk menghadirkan gambaran ringkas, relevan, dan dinamis bagi pembaca Indonesia.