Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 17:1 Amsal 17:2 Amsal 17:3 Amsal 17:4 Amsal 17:5 Amsal 17:6 Amsal 17:7 Amsal 17:8 Amsal 17:9 Amsal 17:10 Amsal 17:11 Amsal 17:12 Amsal 17:13 Amsal 17:14 Amsal 17:15 Amsal 17:16 Amsal 17:17 Amsal 17:18 Amsal 17:19 Amsal 17:20 Amsal 17:21 Amsal 17:22 Amsal 17:23 Amsal 17:24 Amsal 17:25 Amsal 17:26 Amsal 17:27 Amsal 17:28



Amsal 17:4 (IDN)
Gambaran singkat izin ayat ini menyoroti hubungan antara niat buruk, perilaku bohong, dan pengaruh lidah. Ayat ini menegaskan bagaimana mereka yang hendak melakukan kejahatan memperhatikan ucapan yang menyesatkan, dan bagaimana pendengar yang suka berdusta cenderung memperdengarkan telinganya pada lidah yang bercabang. Dalam konteks kitab Amsal, pesan ini menekankan pentingnya menjaga hati dan mulut agar tidak terperangkap oleh tipu daya mantapnya lidah yang jahat.
Ayat dalam konteks pasal
Pada Amsal 17 secara umum, penekanan terletak pada kebijakan hidup yang benar, integritas, dan kehendak yang takut akan Tuhan. Ayat ini berfungsi sebagai nasihat praktis: siapa pun yang berkeinginan jahat akan mencari sumber dorongan untuk mewujudkannya, termasuk orang yang berbohong atau menilai dengan cerdik melalui kata-kata yang menyesatkan. Ayat ini mengingatkan pembaca bahwa kebiasaan buruk seperti rencana jahat dan pembohongan sering dimulai dengan ketidakjujuran kecil yang diizinkan untuk berkembang lewat pendengaran yang tidak kritis terhadap ujaran liar.
Pokok pengajaran utama
Komparasi dengan pandangan tokoh teolog publik domain
Dalam pandangan para komentator klasik, beberapa penekanan yang sejalan adalah:
Cuplikan pendek dari gagasan mereka: Henry menyoroti bahaya “lidah yang bercabang” sebagai sinyal keganasan. Barnes menekankan bahaya pendengaran yang tidak kritis terhadap dusta. Clarke menekankan tipu daya lidah sebagai alat untuk menyalakan rencana jahat.
Cross-references yang relevan
Penerapan praktis
Bagaimana kita merespons ayat ini dalam kehidupan sehari-hari?
Penutup ringkas
Amsal 17:4 menantang kita untuk menjaga mulut dan telinga sebagai bagian dari hidup saleh. Kebiasaan hati yang jujur akan membentuk ucapan yang benar, sementara niat jahat memerlukan dukungan verbal untuk mencapai tujuan. Dengan menghindari pendengaran terhadap dusta dan menghindari ucapan yang menyesatkan, kita berjalan dalam hikmat yang dinyatakan Allah.
Referensi silang singkat: Amsal 12:22; Efesus 4:25; 1 Yohanes 4:1.