Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 17:1 Amsal 17:2 Amsal 17:3 Amsal 17:4 Amsal 17:5 Amsal 17:6 Amsal 17:7 Amsal 17:8 Amsal 17:9 Amsal 17:10 Amsal 17:11 Amsal 17:12 Amsal 17:13 Amsal 17:14 Amsal 17:15 Amsal 17:16 Amsal 17:17 Amsal 17:18 Amsal 17:19 Amsal 17:20 Amsal 17:21 Amsal 17:22 Amsal 17:23 Amsal 17:24 Amsal 17:25 Amsal 17:26 Amsal 17:27 Amsal 17:28



Amsal 17:23 (IDN) — Ringkasannya dalam Konteks Kitab Amen
Ayat ini mengungkapkan kecenderungan orang fasik: mereka menerima hadiah dari dalam ribaan, lalu menyalahgunakan kekuasaan hukum untuk membalikkan jalannya keadilan. Dalam konteks Amsal, nasihat ini menekankan pentingnya integritas hakim, penguasa, dan tokoh-tokoh yang memiliki wewenang untuk menegakkan hukum. Faktanya, peniupan balas kasih yang tidak benar bisa merusak dasar keadilan sosial dan menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap institusi hukum.
Makna utama
Inti ayat menyoroti bahaya korupsi pada tingkat keputusan. Hadiah yang diterima “dari dalam ribaan” mengimplikasikan tekanan rahasia yang menuntun penilaian tanpa obyektivitas. Akibatnya, hukum bisa diputar balik untuk melayani kepentingan pihak yang membayar, bukan kebenaran hakiki.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Refleksi praktis
Bagaimana kita melihat diri sendiri dalam dinamika kekuasaan? Dalam konteks gereja, komunitas, atau pekerjaan, kita diajak untuk menolak hadiah yang bisa mengaburkan penilaian. Bagi pembaca IDN, penting membangun budaya kejujuran: tidak menerima sesuatu yang berpotensi menuntun pada ketidakadilan, dan melaporkan tindakan yang mencurigakan demi kebenaran bersama.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa hadiah bisa menjadi pintu masuk bagi korupsi hukum. Penataan keadilan menuntut integritas total dari mereka yang membuat keputusan, sehingga hukum tidak dapat terdistorsi oleh balas budi atau kepentingan pribadi.
Penafsir terkemuka menyebutkan bahwa godaan materi bisa merusak kehendak moral. Sebagai bacaan praktis, ayat ini menguatkan tekad untuk menegakkan keadilan dengan tanpa kompromi.
Quoted insights (tanpa kutipan teks utuh):
Matthew Henry menekankan bahwa perantara hukum tidak boleh menjadi alat untuk keuntungan pribadi, melainkan wahana keadilan. Albert Barnes menyoroti bahaya nilai material yang dapat mengubah penilaian. Adam Clarke menegaskan bahwa kemurnian niat adalah prinsip utama dalam penegakan hukum yang benar.