Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:1 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hai anakku! jikalau engkau menerima perkataanku serta menaruh hukum-hukumku dalam hatimu,
Amsal 2:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 3:1 (IDN) »
Hai anakku! janganlah kiranya engkau melupakan hukumku, melainkan hendaklah hatimu memeliharakan segala pesanku.

Amsal 1:3 (IDN) »
Akan menerima pengajaran akal yang baik, kebajikan dan kebenaran dan perkara yang patut.

Amsal 7:1 (IDN) »
Hai anakku! peliharakanlah kiranya segala perkataanku dan taruhlah akan segala pesanku dalam hatimu.
Makna Langsung Amsal 2:1
Inti ayat ini adalah seruan agar seseorang menyambut ajaran kebijaksanaan dengan hati yang responsif: jika engkau menerima perkataanku dan menaruh hukum-hukumku dalam hatimu, maka kebijaksanaan akan hidup dalam dirimu dan membimbing tindakanmu.
Latar Belakang Konteks
Amsal pasal 2 menekankan pencarian kebijaksanaan melalui pendalaman firman Tuhan. Bagian ini ditujukan kepada anak-anak (hai anakku) yang siap meruntutkan telinga pada nasihat orang tua dan mengarahkan hidupnya kepada kebenaran. Penekanan pada menerima perkataan dan menaruh hukum-hukum dalam hati menunjukkan bahwa kebijaksanaan bukan sekadar pengetahuan teoretis, melainkan ketaatan praktis yang membentuk karakter.
Observasi Penafsiran
Gagasan Tematik Singkat
Kaitan Silang yang Relevan
Kutipan Ringkas yang Relevan
Beberapa penulis penjuru gereja berpendapat bahwa kedalaman penerimaan firman adalah penentu arah hidup. Hanya dengan hati yang tunduk, hikmat Allah menetap dalam kita dan membimbing langkah-langkah kita.
Pemahaman Ringkas dan Penerapan Praktis
Ayat ini menuntun kita untuk tidak sekadar mendengar, melainkan menghidupi ajaran-Nya. Dalam konteks keluarga hikmat, kita diajak membangun pola hidup yang berakar pada hukum Tuhan—dengan demikian, keputusan-keputusan kita menjadi lebih tepat, sikap lebih mantap, dan jalan hidup lebih terlindungi dari tipuan.