Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:12 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
supaya dilepaskan-Nya engkau dari pada jalan orang jahat, dari pada orang yang berkata-kata hendak membinasakan,
Amsal 2:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 8:13 (IDN) »
Adapun peri takut akan Tuhan, ia itu membenci akan kejahatan, akan congkak dan kemegahan dan segala jalan yang jahat; maka sebab itu bencilah aku akan mulut yang mengadakan bencana.

Amsal 13:20 (IDN) »
Barangsiapa yang berjinak-jinakan dengan orang berbudi, iapun menjadi berbudi juga, tetapi taulan orang bodoh itu kelak akan binasa.

Amsal 2:12 dalam Terjemahan IDN
Rantai nasihat dalam pasal kedua kitab Amsal menuntun kita dari kebingungan menuju jalan kebijaksanaan. Ayat 12 menyoroti tujuan Tuhan memberi hikmat: membebaskan murid-Nya dari jalan orang jahat dan dari orang yang bercakap-cakap untuk membinasakan.
Setting segera ayat
Ayat ini adalah bagian dari doa wisdom literature yang menekankan perlunya menghindari pengaruh jahat sejak mudanya. Belajar hikmat berarti menilai siapa yang kita ikuti dan kata-kata yang kita dengar. Dalam konteks kitab Amsal, Tuhan menjadi sumber perlindungan bagi orang yang menuruti hikmat-Nya.
Apa yang ayat ini ungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah peduli pada perlindungan manusia dalam perjalanan hidupnya. Hikmat yang datang dari Tuhan bukan sekadar pengetahuan abstrak, melainkan kekuatan untuk menepiskan jalan-jalan berbahaya. Iman menuntun kita kepada kepercayaan bahwa Tuhan hadir sebagai Penuntun, menahan kita dari rencana-rencana jahat dan dari bibir yang berbahaya.
Istilah penting dan gambaran kiasan
• dilepaskan-Nya: Allah bertindak sebagai pembebas, mengarahkan kita keluar dari pengaruh buruk.
• jalan orang jahat: jalur yang ditandai oleh tindakan, perkataan, dan pola hidup yang menolak hikmat dari Tuhan.
• orang yang berkata-kata hendak membinasakan: figur kata yang menimbulkan kehancuran melalui tipu muslihat dan ajakan berbahaya.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat soal hubungan antar ayat: semua bagian ini menegaskan bahwa hikmat Allah membentuk pilihan-pilihan kita; mengikuti hikmat itu berarti menolak ajakan atau pengaruh yang membawa kehancuran.
Aplikasi praktis untuk kehidupan sekarang
Inti pasal ini menegaskan bahwa hikmat Tuhan bekerja sebagai perlindungan bagi orang yang mau mengikuti-Nya. Ketika kita menolak ajakan jalan yang jahat dan menjaga ucapan serta tindakan kita, kita diberi pembebasan dari ancaman yang merusak.
Quotations from public-domain commentators (pernyataan ringkas dengan kutipan pendek jika ada): Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa perlindungan Tuhan adalah inti hikmat: “Hikmat menuntun kita menjauhi bahaya” (parafrase dari ajaran para komentator pemuka). Kutipan lengkap dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak disertakan secara panjang, namun tema perlindungan dan pembebasan melalui hikmat adalah konsisten dengan karya-karya mereka.