Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka engkau kelak mengerti hal takut akan Tuhan serta mendapat pengetahuan akan Allah.
Amsal 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 1:7 (IDN) »
Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala pengetahuan, maka orang bodoh itu benci akan hikmat dan pengajaran.

Yeremia 24:7 (IDN) »
Dan Aku akan mengaruniakan kepadanya hati akan mengenal Aku, bahwa Aku ini Tuhan, maka mereka itu bagi-Ku akan umat dan Akupun baginya akan Allah, karena mereka itu akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.

2 Tawarikh 1:10 (IDN) »
sebab itu karuniakan apalah kepadaku hikmat dan pengetahuan, supaya dapat aku keluar masuk di hadapan pemandangan bangsa ini; karena siapa gerangan dapat memerintahkan segala umat-Mu yang sebanyak ini?
Makna singkat (Amsal 2:5, IDN)
Ayat ini menegaskan bahwa hikmat sejati berawal dari ketakutan akan TUHAN, yang kemudian membuka pengetahuan tentang Allah. Dengan kata lain, kedalaman pemahaman dan pengenalan Allah datang sebagai buah dari sikap tunduk dan hormat kepada-Nya.
Latar belakang kontekstual
Amsal 2 berfokus pada pencarian hikmat melalui kebijaksanaan Tuhan. Bab ini menekankan bahwa inti kebijaksanaan tidak didapat melalui pengalaman semata, melainkan melalui hubungan yang benar dengan Tuhan. Ketakutan akan Tuhan di sini dimaksudkan sebagai ketaatan, kekudusan, dan penghormatan yang mengarahkan pola hidup sehari-hari. Ketika seseorang memilih jalan yang benar dan membangun relasi dengan Tuhan, pengetahuan tentang Allah secara bertahap terungkap.
Butir interpretasi utama
Pengamatan interpretatif
Ayat ini menekankan bahwa Tuhan tidak sekadar memberi informasi abstrak, melainkan melepaskan kejelasan tentang diri-Nya kepada orang yang sungguh-sungguh menaruh hati dalam ketakutan akan-Nya. Harmoni antara etika hidup dan pengetahuan teologis menjadi tanda kedewasaan spiritual.
Cross-references (hubungan Alkitabiah)
- Amsal 1:7: Ketakutan akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan; hikmat mengikuti kedekatan dengan Tuhan. Penekanan pada fondasi yang sama: hormat kepada Tuhan membuka jalan untuk pengertian yang benar.
- Amsal 9:10: Pasal ini menegaskan bahwa takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat; pengenalan akan kudusnya Allah menuntun pengambilan keputusan yang bijaksana.
- Amsal 3:5-6: Kepercayaan kepada TUHAN dan menyerahkan jalan hidup kepada-Nya membawa pemahaman tentang langkah-langkah yang benar. Menyiratkan bahwa pengetahuan Allah dibangun melalui pergumulan iman sehari-hari.
Pengetahuan yang lahir dari sikap benar
Ketakutan akan Tuhan menuntun pembelajar pada introspeksi, menahan diri dari jalan berbahaya, dan mendorong pencarian kebenaran menurut firman-Nya. Pengetahuan Allah bukan sekadar fakta teoretis, melainkan pengalaman hidup yang membentuk pola pikir, motivasi, dan tujuan hidup.
Intisari praktis
Rangkuman kolaborasi pandangan para komentator (singkat)
Para komentator publik domain lama seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa hormat kepada Tuhan adalah fondasi hikmat. Henry menyoroti hubungan antara kemurnian hidup dan pengetahuan Tuhan; Barnes menegaskan bahwa kebijaksanaan nyata datang melalui disiplin hati; Clarke menekankan bahwa ketakutan ilahi mengantar kepada pengertian lebih luas tentang karakter Allah. Ringkasnya, kedalaman spiritual lahir dari penyelarasan hidup dengan kehendak Tuhan.
Quotable terkait (jika relevan):
“Ketakutan akan TUHAN adalah permulaan ilmu,” sebagaimana diringkas dalam makna umum, mencerminkan pola yang konsisten di berbagai tafsiran publik domain.
Penutup
Ayat ini mengundang pembaca untuk menilai hidup dalam terang takut akan Tuhan sebagai jalan menuju pengenalan Allah yang makin jelas. Ketika kita menanggapi panggilan ini, kita tidak hanya mengerti hakikat Allah, tetapi juga diperlengkapi untuk hidup dengan kebijaksanaan yang berkenan kepada Tuhan.