Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:22 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
tetapi segala orang fasik itu akan ditumpas dari pada bumi dan segala orang yang khianatpun akan tercabut dari padanya.
Amsal 2:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 52:5 (IDN) »
(52-7) Tetapi Allah juga akan merobohkan dikau kelak pada selama-lamanya; Iapun akan mencabut dan membantun engkau dari dalam kemahmu, bahkan, Iapun akan mencabut engkau dari dalam negeri segala orang hidup. -- Selah.

Yesaya 3:10 (IDN) »
Katakanlah kepada orang yang benar bahwa ia akan selamat, karena mereka itu akan makan dari pada hasil pekerjaannya.

Ulangan 7:22 (IDN) »
Maka dengan perlahan-lahan Tuhan, Allahmu, akan membantun segala bangsa ini dari hadapanmu, maka tiada boleh kamu membinasakan dia dengan segera-segera, supaya jangan margasatwa diperbanyak sangat bagimu.
Amsal 2:22 (IDN) — Mengapa ayat ini penting
Ayat ini menutup bagian penting dari nasihat bijak Raja Salomo tentang memilih jalan hidup yang benar. Dalam Amsal 2, ia menasihati agar mencari hikmat, menjaga diri dari gejala kebejatan, dan menyadari bahwa Allah membedakan antara orang benar dan fasik. Ayat 22 menegaskan konsekuensi terakhir bagi pilihan jalan hidup begitu kuat: orang fasik dan pengkhianat akan ditumpas dari bumi. Pada tingkat teologis, ayat ini menegaskan bahwa keadilan Allah tidak hanya bersifat pribadi tetapi historis—keburukan tidak akan berkembang tanpa akhirnya mendapat balasan.
konteks asli dan makna utama
Dalam konteks pasal 2, Salomo menyerukan penelitian dan penemuan hikmat sebagai perlindungan bagi hidup. Hikmat Allah ia gambarkan seperti pintu yang membuka jalan bagi pemeliharaan kebenaran, sementara jalan orang fasik adalah jalan yang berujung pada kehancuran. Ayat 22 menegaskan bahwa semua yang hidup dalam keburukan dan pengkhianatan tidak akan bertahan lama di hadapan Tuhan; mereka akan dicabut dari bumi. Ini bukan sekadar ancaman, melainkan realitas dari pola kehidupan: integritas dan keadilan Allah menuntut bahwa kebrutalan dan kebohongan tidak diberi tempat tetap di antara umat-Nya.
pesan utama yang menonjol
tema pendukung dalam keseluruhan Alkitab
Ada beberapa tema yang memperkuat ayat ini:
cross-references yang relevan
Beberapa rujukan yang membantu memperkaya pemahaman:
Cara baca bagian ini: pikirkan bagaimana pilihan hidup kita sehari-hari menata arah masa depan kita. Hikmat Allah menuntun ke arah hidup yang mendapat perlindungan, bukan pada jalan yang menyesatkan demi kepuasan sesaat.
refleksi devosi singkat
Tuhan tidak hanya menghukum kebejatan, tetapi juga menawarkan hidup yang penuh makna melalui hikmat-Nya. Pilihlah setiap hari untuk berjalan di dalam kebenaran, membangun integritas, dan menghindari pengkhianatan. Dialah Tuhan yang membedakan antara cahaya dan bayangan; di dalam-Nya, kita dapat hidup dengan aman di tengah dunia yang sering berubah.
kutipan singkat dari tokoh-tokoh berbahasa Inggris berbahasa umum (public-domain) yang relevan
Catatan: kutipan berikut bersifat singkat dan ditandai sebagai kutipan ringkas dari komentator publik domain jika ada:
Albert Barnes menegaskan bahwa kebajikan dan keadilan Allah menimbulkan pemisahan yang tegas antara orang benar dan fasik pada akhirnya, bukan sekadar pada masa hidup ini. (tanpa mengutip teks panjang)
Analogi-analogi dari Adam Clarke menekankan bahwa konsekuensi tindakan fasik tidak bersifat spontan saja, melainkan bagian dari pola moral yang ditetapkan Tuhan bagi komunitas manusia.
Catatan: tidak ada kutipan panjang langsung yang disediakan di sini; jika ada kutipan pendek dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke, akan disebutkan secara singkat sesuai kebutuhan dan tidak melebihi konteks.