Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:17 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
yang telah meninggalkan taulannya pada masa mudanya serta melupakan perjanjian Allahnya,
Amsal 2:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 3:4 (IDN) »
Bukankah sampai sekarang engkau berseru kepada-Ku: Hai bapaku! engkau juga pemimpinku dari pada masa mudaku!

Yehezkiel 16:59 (IDN) »
Karena demikianlah firman Tuhan Hua: Aku hendak berbuat akan dikau seperti engkaupun sudah berbuat akan Daku, engkau yang sudah menghinakan sumpah dan sudah mengubahkan perjanjian.

Yehezkiel 16:8 (IDN) »
Serta Aku lalu dan terlihatlah Aku akan dikau, sesungguhnya umurmu sudah sampai pada masa balig, maka Akupun mengembangkan sayap-Ku atasmu dan menudungilah ketelanjanganmu, dan Akupun bersumpah setia kepadamu dan Aku masuklah janji dengan dikau, demikianlah firman Tuhan Hua, maka demikian engkau telah menjadi Aku punya.
Tinas Amsal 2:17 (IDN)
Latar belakang konteks
Amsal 2 berpusat pada hikmat yang mencakup perlindungan moral dan pertahanan terhadap godaan kejahatan. Pencari hikmat dipanggil untuk menahan diri dari jalan orang jahat dan menimbang pilihan dengan prinsip takut akan Tuhan. Ayat 17 menyoroti bahaya melepaskan diri dari otoritas ilahi sejak masa muda, suatu pola yang berakibat pada kehilangan hubungan dengan Allah dan arah hidup yang benar.
Gagasan penafsiran utama
Penafsir melihat ayat ini sebagai pengingat serius bahwa kebiasaan membangun hubungan dengan Allah seumur hidup dipupuk sejak masa muda. Jika seseorang meninggalkan taulannya dan melupakan perjanjian Allah, ia menegaskan diri dalam pola hidup yang tidak berimbang dengan hikmat ilahi — mudah terombang-ambing oleh godaan dan kehilangan tata etika rohani.
Observasi interpretatif singkat
Tema terkait
Beberapa pandangan kitab suci yang relevan:
Penafsiran dari tokoh teolog terdahulu (singkat)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kehilangan tauladan dan perjanjian adalah indikator durhaka kecil yang berpotensi menua menjadi kehilangan keselamatan. Mereka menyoroti pentingnya pemeliharaan disiplin rohani sejak masa muda serta konsekuensi dari kelalaian.
Inti praktis yang sederhana
Rangkai gagasan dalam satu pandangan
Amsal 2:17 memperingatkan bahwa meninggalkan taulahan dan melupakan perjanjian Allah mengarah pada kebingungan hidup dan kehilangan perlindungan hikmat. Dengan menekankan masa muda sebagai masa pembentukan, ayat ini mengajak pembaca untuk meneguhkan komitmen rohani sejak awal, menjaga disiplin iman, serta merawat hubungan dengan Tuhan sebagai fondasi hidup yang konsisten untuk masa depan.
Cross-references singkat
Penekanan utama ayat ini adalah menjaga komitmen rohani sejak muda, agar hidup tetap dekat dengan Tuhan dan berguna bagi sesama. Jika kebiasaan menjaga tauladan dan perjanjian dipertahankan, hidup akan terarah dalam hikmat dan integritas yang berkenan pada-Nya.