Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Barangsiapa yang masuk ke sana, ia itu tiada akan balik lagi, dan tiada ia mendapat akan jalan selamat.
Amsal 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Pengkhotbah 7:26 (IDN) »
Maka kudapati akan suatu perkara yang pahit dari pada maut, yaitu seorang perempuan yang hatinya seperti jaring dan jerat, dan tangannyapun seperti tali pengikat; barangsiapa yang baik di hadapan hadirat Allah, ia itu luput dari padanya, tetapi orang yang berdosa kelak akan ditangkap olehnya.

Mazmur 81:12 (IDN) »
(81-13) Maka sebab itu Aku sudah menyerahkan dia kepada kehendak hatinya, sehingga mereka itu melakukan dirinya menurut bicaranya sendiri.

Hosea 4:14 (IDN) »
Bahwa tiada boleh Aku membalas kepada anakmu perempuan sebab persundalannya, atau kepada menantumu perempuan sebab zinahnya, tegal kamu sendiri bercerai akan bercampur dengan orang sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan perempuan jalang yang terjahat. Bahwa suatu bangsa yang tiada berpengetahuan demikian itu menyengajakan kebinasaan dirinya.
Amsal 2:19 (IDN) — Makna Jalan yang Berbahaya dan Hilangnya Keselamatan
Poin interpretatif utama: Ayat ini menegaskan bahwa kedagingan kebiasaan dan pergaulan dengan orang-orang yang menimbulkan bahaya rohani akan membawa seseorang kepada kehilangan jalan hidup dan keselamatan. Demikianlah hikmah bijak yang menolak godaan jalan-jalan yang menyesatkan dan menantang kita untuk tetap berpegang pada takut akan Tuhan dan integritas hukum Allah.
konteks sastra dan aliran pemikiran
Amsal pasal 2 berfokus pada rahasia hikmat yang datang melalui keteladanan orang tua dan penerimaan nasihat. Bagian ini menyoroti konsekuensi dari memilih jalan yang tidak benar: berhenti di tengah-tengah, meninggalkan jalan lurus, dan akhirnya tidak lagi menemukan keselamatan. Penekanan pada “tiada balik lagi” menunjukkan sifat konsekuen dari pilihan habil, di mana pergaulan dengan orang jahat menakar arah hidup secara drastis.
Makna tematik dan hubungan dengan bacaan lain
Beberapa tema utama yang terkait adalah:
Kaitan teologis dan interpretasi historis
Secara teologis, buku Amsal mengajak pembaca untuk memilih hidup takut Tuhan dan berpegang pada jalan yang berkenan kepada-Nya. Ayat ini menekankan bahwa kompromi dengan perilaku atau kelompok yang menindas kebenaran bisa meruntuhkan perjanjian dengan Tuhan. Dalam tradisi tafsir berbahasa Perancis dan Inggris lama, seperti halnya pandangan para penafsir publik domain, hikmat ini dipandang sebagai penjagaan hati untuk tidak terperangkap di jalan yang membawa kematian rohani.
Cross-references dan hubungan singkat
Beberapa rujukan yang relevan dan perlu direnungkan dalam konteks ini:
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa pilihan kita terhadap jalan hidup memiliki dampak kekal. Menjaga diri dari pengaruh yang merusak dan berpegang pada hikmat Tuhan adalah perlindungan bagi keselamatan kita. Jalan yang tidak kembali ke jalan lurus adalah peringatan agar kita tidak terperangkap dalam cara hidup yang menjerumuskan.
Catatan historis-penafsir (kutipan singkat)
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa hikmat menuntun kita menjauhi pergaulan yang merusak iman. Contoh ringkas nuansa yang bisa dipakai untuk memahami ajaran ini adalah bagaimana seseorang diperingatkan untuk tidak berjalan dalam jalur orang fasik dan untuk mencari hikmat yang membawa hidup.
Quotations from classic commentators (ringkas): Matthew Henry menegaskan pentingnya menjaga diri dari pengaruh buruk untuk mempertahankan kehidupan saleh; Albert Barnes menyoroti konsekuensi moral yang menimpa orang yang memilih jalan itu; Adam Clarke menekankan bahwa ketetapan Tuhan adalah perlindungan bagi mereka yang memberikan diri pada hikmat-Nya. (Catatan: kutipan pendek yang spesifik disampaikan hanya sebagai referensi konsep; teks lengkapnya tidak diulang.)