Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:18 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
karena rumahnya cenderunglah kepada maut, dan segala jalannya menuju tempat orang mati.
Amsal 2:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 9:18 (IDN) »
Tetapi tiada diketahui orang akan hal bahwa di sanalah tempat orang mati dan segala jemputannya itu adalah dalam keleburan neraka.

1 Korintus 6:9 (IDN) »
Tiadakah kamu mengetahui bahwa orang lalim tiada akan menjadi waris kerajaan Allah? Janganlah kamu tersesat. Orang berzinah, dan penyembah berhala, dan orang bermukah, dan orang semburit, dan orang yang berburit,

Galatia 5:19 (IDN) »
Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan,
Amsal 2:18 (IDN) — "karena rumahnya cenderunglah kepada maut, dan segala jalannya menuju tempat orang mati."
Ayat ini muncul dalam konteks nasihat Amsal tentang hikmat yang menuntun hidup manusia menjauhi jalan-jalan yang berbahaya. Bab 2 menekankan bahwa mencari hikmat ilahi membawa perlindungan dari godaan dan konsekuensi buruk. Ayat 18 secara khusus menyingkapkan bahaya dari pilihan yang menyesatkan; jalan-jalan yang tidak berpegang pada bimbingan Tuhan menuju kehancuran kekal. Perlu dipahami bahwa “rumahnya” dan “jalannya” menggambarkan arah hidup seseorang: pilihan tertentu bisa membawa kepada maut secara harfiah maupun simbolik, yaitu kehancuran rohani dan kehilangan berkat Allah.
Tema-tema utama
1) Konsekuensi moral dari pilihan pribadi; 2) Perlindungan hikmat terhadap godaan; 3) Kaitan antara pengetahuan rohani dan keselamatan kekal. Ayat ini mengimbau pembaca untuk menilai arah hidupnya, memilih jalur yang berpegang pada kebenaran Tuhan, karena tanpa hikmat, jalan yang diambil membawa pada tingkat kematian yang lebih luas daripada sekadar kerugian fisik.
Referensi terkait
• Amsal 2:11-12 menegaskan bahwa hikmat memberi perlindungan dan membimbing orang dari jalan orang fasik. (penjelasan: hikmat menjaga agar kita tidak tersesat dalam godaan seperti yang dinyatakan pada ayat 18)
• Amsal 4:14-15 menasihati untuk tidak melangkah ke jalur orang jahat melainkan menuju jalan kebenaran. (penjelasan: kontras antara jalan hidup yang berkat dan jalan yang berujung pada bahaya)
• Amsal 14:12 mengingatkan bahwa ada jalan yang terlihat lurus bagi manusia, tetapi akhirnya membawa kepada kematian. (penjelasan: mendorong refleksi hati untuk pergumulan moral)
Perenungan praktis
Renungkan arah hidup Anda hari ini: jalankan hidup berdasarkan hikmat firman Tuhan, hindari kompromi dengan jalan yang tidak adil atau tidak jujur, dan temukan perlindungan di dalam kebenaran-Nya. Jika menghadapi godaan, ingat bahwa hikmat-Nya adalah benteng, dan pilihan yang dibangun di atas kebenaran akan membawa keselamatan serta pemeliharaan jiwa.
Ringkasan penutup
Amsal 2:18 menegaskan bahwa memilih jalan yang tidak berpegang pada hikmat ilahi membawa risiko kematian rohani. Namun, melalui pencarian hikmat Allah, kita diajak menjauhi jalur yang merugikan dan berjalan dalam terang kebenaran-Nya, dengan jaminan perlindungan dan pemulihan hidup yang sejati.
Catatan editorial
Beberapa sumber komentar publik domain yang relevan menekankan bahwa ayat ini menyorot bahaya pelanggaran moral dan godaan duniawi. Kutipan langsung singkat dari para komentator abad lampau yang relevan mungkin diperlukan hanya jika tersedia, namun inti pesannya tetap berpusat pada hikmat yang membimbing kita menjauhi kehancuran.