Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:14 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
yang suka akan berbuat jahat serta bergemar akan mengadakan celaka yang membinasakan,
Amsal 2:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 10:23 (IDN) »
Berbuat jahat itu bagi orang bodoh seperti permainan juga adanya; demikianpun melakukan dirinya dengan bijaksana itu bagi orang yang berbudi.

Roma 1:32 (IDN) »
meskipun mereka itu mengetahui hukum Allah, bahwa orang yang melakukan demikian itu padan dengan mati, tetapi bukannya mereka itu melakukan demikian sahaja, melainkan memperkenankan pula orang-orang yang memperbuat sedemikian itu.

Yeremia 11:15 (IDN) »
Apakah kekasih-Ku peduli akan rumah-Ku? tegal kebanyakan mereka itu melakukan perkara yang keji itu dan daging yang suci itu sudah lalu dari padamu; apabila kamu berbuat jahat pada masa itu berbangkitlah sukahatimu.
Amsal 2:14 (IDN): "yang suka akan berbuat jahat serta bergemar akan mengadakan celaka yang membinasakan,"
Pendahuluan konteks segera: Ayat ini muncul dalam doa kebijaksanaan untuk mengarahkan orang muda pada jalan benar. Bab 2 menekankan bahwa hikmat dari Tuhan mengungkapkan bahaya di balik godaan serta perlindungan bagi mereka yang menutup telinga terhadap jalan-jalan jahat. Ayat 14 menggambarkan orang yang menikmati kejahatan dan kecenderungan merugikan sesama sebagai bagian dari pola hidup yang diarahkan oleh kebodohan moral.
Makna teologis dan pesan utama
Ada dua unsur utama dalam ayat ini: dorongan untuk berbuat jahat dan kegembiraan dalam menimbulkan celaka bagi orang lain. Pelajaran yang dinyatakan di sini adalah bahwa kebijakan sejati tidak datang dari kenyamanan diri sendiri atau popularitas, melainkan dari pemisahan diri dari maksud jahat. Tuhan mengundang umat-Nya untuk melihat bahaya menyukai kejahatan dan bagaimana hal itu merusak komunitas serta relasi dengan sesama.
Perkataan kunci dan gambaran kata
Hubungan dengan ayat lain
Beberapa penafsiran klasik menekankan bahwa kebijaksanaan ilahi menentang pola-pola hati yang rusak. Sebagai referensi berseberangan, tempatkan ayat ini dalam kerangka aral bahaya yang dituliskan dalam ayat-ayat sebelumnya tentang menghindari jalan orang fasik. Mereka menegaskan bahwa hikmat sejati membalik pola kejahatan menjadi perlindungan bagi kotbah kebenaran.
Penjelasan kata kunci lewat pandangan komentator terdahulu
Beberapa catatan dari komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa “kejahatan” tidak sekadar tindakan buruk sesaat, melainkan pola hidup yang menolak Tuhan, mengarah pada kerusakan diri dan masyarakat. Mereka menekankan perlunya hikmat untuk mengenali godaan dan memilih jalan yang berintegritas, agar tidak menjadi alat kejahatan bagi sesama.
Konteks terkait Alkitab (cross-references)
Aplikasi praktis bagi kehidupan sehari-hari
Ayat ini mengingatkan kita agar tidak membiarkan hasrat untuk menyakiti orang lain merajalela. Dalam komunitas iman, kita dipanggil untuk menjaga lidah, menjaga tindakan, dan menolak godaan menimbulkan kerusakan. Menggantungkan diri pada hikmat Tuhan berarti memilih langkah-langkah yang membangun, memperlakukan sesama dengan keadilan, serta berdoa agar Tuhan menjauhkan kita dari pola hidup yang merusak.
Intisari
Ayat ini menegaskan bahwa jalan kebijakan Tuhan menentang setiap keinginan untuk jahat dan merusak. Hikmat sejati membebaskan kita dari pola-pola yang mengundang celaka bagi orang lain, membawa kita kepada hidup yang berimbang dan berkasih kepada sesama.
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
- Matthew Henry: menekankan pilihan hidup berdasarkan hikmat Tuhan sebagai perlindungan terhadap kejahatan yang merusak.
- Albert Barnes: menyoroti makna moral tindakan dan akibat dari menaruh keinginan untuk menimbulkan bahaya bagi orang lain.
- Adam Clarke: menguraikan kedalaman pola jahat sebagai penolakan terhadap Tuhan dan ajaran-Nya, serta perlunya hikmat untuk menahan diri dari kejahatan.