Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 2:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
supaya dilepaskannya dikau dari pada perempuan jalang, dari pada perempuan yang tiada ketahuan, yang membujuk-bujuk dengan perkataannya,
Amsal 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 2:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 6:24 (IDN) »
Maka demikianlah engkau dipeliharakan dari pada perempuan jalang dan dari pada lidah pembujuk orang yang tiada ketahuan.

Pengkhotbah 7:26 (IDN) »
Maka kudapati akan suatu perkara yang pahit dari pada maut, yaitu seorang perempuan yang hatinya seperti jaring dan jerat, dan tangannyapun seperti tali pengikat; barangsiapa yang baik di hadapan hadirat Allah, ia itu luput dari padanya, tetapi orang yang berdosa kelak akan ditangkap olehnya.

Amsal 23:27 (IDN) »
karena seorang perempuan sundal itu laksana parit yang dalam, dan seorang perempuan jalang seperti perigi yang sempit.
Prosa Amsal 2:16 (IDN) — Menjauhkan Diri dari Perempuan Jalang
Ayat ini berada dalam konteks nasihat kebijaksanaan yang membimbing orang muda menjauhi pengaruh-pengaruh berbahaya yang bisa menjerumuskan jalan hidup. Nabi/Salur nasihat menyatakan bahwa hikmat Tuhan membentuk kemampuan seseorang untuk mengenali godaan, termasuk ajakan melalui mulut yang liar dan menipu. Tujuan utama adalah membebaskan kita dari wanita jalang dan dari perempuan yang tiada ketahuan yang mengajak dengan kata-kata.
Apa yang dikatakan teks ini tentang Tuhan, iman, dan kebijaksanaan
Ayat ini menegaskan bahwa hikmat Tuhan memerintahkan orang percaya untuk menghindari pengaruh yang merusak moral dan spiritual. Ketika kebijaksanaan bekerja, ia menyelamatkan dari godaan yang tampak menarik tetapi berujung pada kehancuran. Tuhan dipandang sebagai sumber perlindungan dan pembimbing moral, yang memberi kemampuan untuk memilih jalan yang benar dan menghindari jebakan kejahatan dalam bahasa yang meyakinkan.
Istilah penting dan gambaran kunci
Ayat-ayat terkait (cross-references) dengan penjelasan singkat
Penjelasan singkat hubungan: Amsal 2 secara keseluruhan menekankan perlindungan hikmat terhadap godaan erotis atau moral yang menipu. Ayat 16 menegaskan bahwa kebijaksanaan berperan sebagai benteng untuk melepaskan kita dari ikatan-ikatan seperti pengaruh perempuan jalang yang berbahaya, serupa gambaran yang ditemukan dalam beberapa bagian kitab Amsal dan Perjanjian Lain tentang bahaya tipu muslihat dalam hubungan dan imoralitas.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Rangkuman persatuan pandangan para komentator terdahulu
Para komentator abad ke-18 seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kebijaksanaan ilahi bertindak sebagai perlindungan terhadap godaan yang halus. Mereka menyoroti bahwa atribut kata-kata yang menarik bisa menjadi senjata untuk menjerat, sehingga pembaca didorong untuk mengandalkan hikmat Tuhan daripada keinginan daging atau pengaruh luar. Dalam pandangan mereka, tujuan utama ayat ini adalah pembaruan karakter dan pemurnian hidup dalam persekutian Tuhan.
Catatan singkat kutipan langsung (jika ada): Tidak ada kutipan panjang langsung yang disalin dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke secara penuh dalam bagian ini. Namun, ide-ide umum tentang perlindungan hikmat terhadap godaan dan bahaya pengaruh yang menipu tercermin dalam rangkuman mereka.