Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



2 Tawarikh 1:10 (IDN) — Konteks dan Makna Utama
Pada bab ini, Raja Salomo telah diminta oleh Allah untuk memohon apa pun yang diinginkannya. Salomo berada di hadapan pemandangan umat Israel yang besar dan melayani di bawah perencanaan Allah untuk bangsa itu. Permintaan Salomo adalah hikmat dan pengetahuan, agar ia dapat memimpin dengan adil dan bijaksana, serta menjalankan tanggung jawab administratif yang besar. Ayat ini menyoroti hubungan antara hikmat manusia dan mandat ilahi: Allah menawarkan kekuatan untuk memerintah, tetapi Salomo mengutamakan karunia rohani yang diperlukan untuk tugas itu.
Inti makna ayat
“Sebab itu karuniakan apalah kepadaku hikmat dan pengetahuan…” Salomo tidak meminta kekayaan, masa depan kerajaan yang aman, atau kemenangan militer. Ia memahami bahwa pemerintahan yang benar berakar pada hikmat ilahi yang memampukan pengambilan keputusan yang adil di tengah-tengah umat Allah yang besar. Dalam konteks kitab Tawarikh, fokusnya adalah pelaksanaan tugas raja sebagai wakil Allah di antara umat-Nya, bukan sekadar ambisi pribadi. Allah merespons dengan memberi Salomo hikmat yang luar biasa, disertai seperti pengenalan berikutnya mengenai kemampuan untuk memerintah umat secara tepat.
Tema-tema utama
Penjelasan singkat menurut beberapa penafsir klasik
Beberapa penafsir periode purba menekankan bahwa Salomo memilih hikmat karena perannya sebagai pemimpin besar menuntut penalaran yang tertata dalam kehendak Tuhan. Mereka menyoroti bahwa hikmat yang diminta bukan hanya untuk kebijaksanaan pribadi, melainkan untuk mempraktikkan keadilan di antara umat yang sangat banyak. Walau ayat ini menekankan permintaan Salomo, terilustrasi bahwa Allah menguji motif hati sang raja dan memberi keadilan sebagai hasilnya.
Referensi silang yang relevan
• Amsal 2:6 — Allah memberikan hikmat kepada orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengenal-Nya. Penjelasan singkat: Hikmat ini lahir dari hubungan yang benar dengan Tuhan.
• 1 Raja-raja 3:9-12 — Salomo berdoa untuk kebijaksanaan dalam memerintah; respons Allah berlimpah dengan puji-puji atas hikmatnya. Penjelasan singkat: Pengakuan akan kebutuhan akan hikmat menjadi dasar berkat berikutnya.
Panduan praktis untuk hidup saat sekarang
Inti penutup
Ayatt ini menempatkan hikmat sebagai karunia penting yang mengalir dari hubungan yang benar dengan Tuhan. Salomo tidak mengejar kekuasaan untuk dirinya sendiri, melainkan memohon kemampuan memerintah dengan integritas di hadapan umat Allah yang besar. Allah menanggapi dengan memberikan hikmat dan pengetahuan—landasan bagi pemimpin yang bertanggung jawab dan setia.
Kutipan singkat dari penafsir klasik yang relevan: “Hikmat adalah karunia bagi pemimpin yang ingin menuntun umatnya dalam kebenaran.”