Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 28:1 2 Tawarikh 28:2 2 Tawarikh 28:3 2 Tawarikh 28:4 2 Tawarikh 28:5 2 Tawarikh 28:6 2 Tawarikh 28:7 2 Tawarikh 28:8 2 Tawarikh 28:9 2 Tawarikh 28:10 2 Tawarikh 28:11 2 Tawarikh 28:12 2 Tawarikh 28:13 2 Tawarikh 28:14 2 Tawarikh 28:15 2 Tawarikh 28:16 2 Tawarikh 28:17 2 Tawarikh 28:18 2 Tawarikh 28:19 2 Tawarikh 28:20 2 Tawarikh 28:21 2 Tawarikh 28:22 2 Tawarikh 28:23 2 Tawarikh 28:24 2 Tawarikh 28:25 2 Tawarikh 28:26 2 Tawarikh 28:27



Tinjauan Singkat 2 Tawarikh 28:1 (IDN)
Ayat ini menempatkan kita pada masa pemerintahan raja Akhaz di Yerusalem. Ia dimulai pada usia dua puluh tahun dan memerintah selama enam belas tahun. Namun ayat ini menekankan satu hal penting: ia tidak membuat sesuatu yang benar di hadapan Tuhan seperti Daud, moyang baginda. Ayat ini bukan sekadar data kronologis; ia menyoroti standar iman dan ketaatan yang berbeda antara generasi sebelum dan sesudah raja-raja Yehuda. Akhaz menapak di bawah bayang-bayang karya raja-raja pendahulu yang hidup dalam iman kepada Tuhan, tetapi ia sendiri mengambil jalan yang kurang setia.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 28 menggambarkan masa kemerosotan spiritual dan politik kerajaan Yehuda di bawah pemerintahan Akhaz. Allah mengizinkan serangan dari raja-raja Aram dan Israel Utara, sebagai bagian dari disiplin atas ketidaktaatan bangsanya. Ayat 1 menegaskan kekurangan itu dengan membandingkan dengan Daud, yakni contoh kebajikan dan kesetiaan istana Tuhan. Meskipun Akhaz membawa masa pemerintahan yang relatif pendek, tindakan dan ketidaktaatannya memiliki dampak panjang bagi bangsanya.
Inti pelajaran rohani
Pelajaran utama adalah pentingnya ketaatan yang berakar pada pewarisan iman dari para nenek moyang rohani. Ketaatan kepada Tuhan bukan sekadar menjalankan ritual, melainkan hidup dalam pola hati yang percaya dan taat. Ketidaktaatan Akhaz mengilustrasikan bagaimana kemerosotan spiritual seringkali berakar dari tidak meneladani contoh iman yang benar, terutama seperti teladan Daud dalam mengarahkan hati kepada Tuhan meskipun manusiawi juga penuh kekurangan.
Perbandingan dengan bagian Alkitab lain
Analogi lain bisa ditemui dalam kisah raja-raja yang mengikuti teladan Yaakub/Daud secara rohani: ketika teladan iman hidup memudar, bangsa terdorong pada ketakutan dan kegoncangan. Tetapi Tuhan tetap memedulikan raja dan umat-Nya, menuntun mereka pada tingkat akhlak yang lebih tinggi jika mereka kembali kepada-Nya.
Aplikasi praktis
Hubungan silang
Beberapa pandangan silang yang relevan: - Ketaatan seperti Daud: meneguhkan pentingnya hati yang taat kepada Tuhan, bukan sekadar ritual lahiriah. (bandingkan contoh Daud yang berupaya hidup menurut apa yang benar di hadapan Tuhan) - : penekanan bahwa Allah membimbing umat-Nya melalui konsekuensi nyata atas ketidaktaatan, sehingga pemulihan dapat datang saat mereka kembali kepada-Nya. - Pemulihan melalui iman pribadi dan keluarga rohani: iman turun-temurun memiliki kekuatan untuk memperhebat kesetiaan bangsa.
Ringkasan
Akhaz memang raja yang memerintah singkat, tetapi ayat ini menegaskan bahwa ketidaktaatannya menonjolkan kontras dengan keteladanan Daud. Pesan abad-hoodnya adalah ajakan untuk menjaga warisan iman: berpegang pada iman yang benar, hidup oleh perintah Tuhan, dan meneladani teladan iman para nenek moyang dalam menghadapi tantangan masa kini.
Kutipan singkat dari tokoh tafsir klasik (tanpa teks penuh)
Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ketidaksetiaan raja-raja setelah Daud mengakibatkan kemurkaan Tuhan dan ujian bagi umat. Jika ada kutipan pendek yang relevan, perhatikan bahwa mereka menyoroti pentingnya hati yang taat kepada Tuhan, bukan sekadar kebiasaan lahiriah. (Kutipan lengkap tidak dimasukkan di sini.)