Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36

Target Passage: 2 Tawarikh 27:9 (IDN)
Imam Yotam telah memimpin bangsa Yehuda dalam masa yang relatif tenang setelah masa pemerintahan raja-raja sebelumnya. Pada bagian akhir pasal ini, ayat menutup cerita tentang pemerintahan Yotam dengan pengingat bahwa setelah mangkatnya, ia dikuburkan di dalam negeri Daud, dan Akhaz, putranya, naik tahta sebagai penggantinya. Ayat ini berfungsi sebagai transisi sejarah, menempatkan Yotam dalam garis raja Daud dan menyiapkan pembaca untuk kelanjutan dinasti Yehuda melalui pewarisan tahta.
Makna Tekstual dan iman
Frasa “mangkatlah Yotam beradu dengan segala nenek moyangnya” menegaskan bahwa Yotam wafat dan dibaringkan di tempat leluhur. Ketika Alkitab menaruh penguburan di dalam negeri Daud, itu menegaskan kesinambungan darah raja-raja Yehuda dengan garis Daud, meski tidak semua raja telah meniru teladan iman leluhur. Penempatan “maka Akhaz, putera baginda, lalu naik raja akan gantinya” menekankan kenyataan pewarisan tahta secara natural dalam kerajaan Israel, sekaligus menantang pembaca untuk melihat bagaimana generasi berikutnya melanjutkan tanggung jawab rohani dan kebijakan pemerintahan.
Dalam konteks iman, peristiwa kematian raja menekankan kebergantungan Israel pada Allah untuk menuntun sejarah bangsanya melalui raja-raja yang terus ditakdirkan-Nya. Perjalanan Daud hingga masa Akhaz juga menampilkan pola dinasti yang perlu diingat: meskipun manusia tidak selalu taat, rencana Tuhan tetap berjalan melalui pewarisan tahta dan pemerintahan di bawah otoritas-Nya.
Istilah dan gambaran penting
Rentetan silang terkait
Beberapa bagian Alkitab yang memberi konteks serupa tentang pewarisan tahta, legitimasi dinasti, dan ketaatan raja terhadap perjanjian Tuhan dapat dipahami melalui referensi berikut:
Hubungan-hubungan tersebut memperlihatkan pola bahwa pewarisan tahta bukan sekadar urusan keluarga, melainkan bagian dari tata Tuhan atas bangsa, dengan dampak rohani bagi bangsanya.
Aplikasi relevan untuk masa kini
Kisah singkat ini mendorong orang percaya untuk mempertimbangkan tiga hal dalam kehidupan beriman dan kepemimpinan modern:
Kutipan singkat para komentator publik domain (untuk rujukan)
Adam Clarke menekankan pentingnya kesinambungan dinasti dalam konteks rencana ilahi, sementara Matthew Henry menyinggung bahwa kematian raja menandai pergantian kepemimpinan yang dikelola Allah dalam sejarah umat-Nya. Contoh kutipan singkat dari mereka dapat dipakai sebagai refleksi umum meski tidak dikutip panjang di sini.
Ringkasnya, ayat ini menegaskan bahwa kematian Yotam menempatkan Akhaz sebagai penerus, namun lebih dari sekadar pergantian fisik, ini adalah bagian dari tata rencana Tuhan atas dinasti Yehuda. Pembaca masa kini diajak menilai bagaimana pewarisan memerlukan komitmen pada iman, integritas, dan tujuan Allah bagi komunitasnya.