Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



2 Tawarikh 27:5 (IDN) — setting dan makna awalnya
Pada bagian ini kita melihat Raja Uzias (Azariah) dari Yehuda memperluas kekuasaannya melalui perang dengan bani Ammon dan menerima persembahan besar sebagai balasan. Ayat ini menuturkan bahwa baginda berperang melawan raja bani Ammon dan menundukkan mereka, sehingga pada tahun itu bani Ammon dipersembahkan kepada baginda seratus talenta perak dan gandum selaksa kor dan syeir selaksa kor; demikian pula pada tahun kedua dan ketiga persembahan itu terus bertambah. Latar konflik ini muncul dalam konteks pemerintahan yang relatif makmur setelah kemenangan militer sebelumnya dan fokus pada peranan raja sebagai penyokong ekonomi melalui pajak, upeti, dan hadiah dari musuh yang takluk.
Makna teologis dan iman yang tergambar
Ayat ini menonjolkan bagaimana Allah bekerja melalui kekuasaan manusia untuk menjaga kestabilan kerajaan dan memberikan perlindungan atas musuh. Kemenangan Uzias menjadi tanda kedaulatannya sebagai raja yang disertai Allah dalam tugas memelihara bangsa. Persembahan umat yang besar juga menandakan hubungan antara kemenangan, berkat materi, dan kewajiban suci untuk mengakui Tuhan yang memampukan hal itu.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Terkait teks lain yang relevan
Beberapa bagian yang memberi konteks serupa tentang persekutuan dengan Allah melalui kemenangan militer dan persembahan:
Bagaimana bagian ini berbicara tentang iman hari ini
Ayat ini mengingatkan bahwa prestasi kita—apapun bentuknya, termasuk kemakmuran materi—sepatutnya dilihat sebagai bagian dari tanggung jawab umat untuk menyatakan syukur kepada Allah. Ketika Tuhan memberi kemenangan, reaksi bijak adalah mengarahkan berkat itu untuk mendukung kebaikan bangsa, menjaga keadilan, serta memelihara ibadah dan komunitas percaya. Ketekunan dalam kepatuhan kepada Allah menjadi dasar bagi kelanjutan berkat dalam generasi berikutnya.
Cross-references dan hubungan teologis
Beberapa referensi lintas yang relevan:
Catatan tentang kutipan exactly as-is: Tidak ada kutipan langsung panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang dipakai dalam bagian ini. Jika diperlukan, ringkasan para komentator katakan bahwa kepemimpinan Uzias dipandang sebagai contoh bagaimana kekuatan militer harus diimbangi dengan ketaatan kepada Tuhan dan tanggung jawab sosial-ekonomis umat.
Penutup aplikasi praktis
Dalam konteks sekarang, ajaran inti ayat ini adalah bahwa setiap berkat atau hasil kerja keras negara dan komunitas sebaiknya diiringi rasa syukur kepada Tuhan dan dipakai untuk memajukan kesejahteraan bersama. Kepemimpinan yang berlandaskan iman akan menghasilkan keamanan, keadilan, dan pembentukan komunitas yang berpusat pada tujuan ilahi.