Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



2 Tawarikh 1:8 (IDN): Ringkasan dan Makna
Dalam konteks kitab Tawarikh, 2 Tawarikh 1 melukiskan Sulaiman yang baru saja mengambil tampuk kekuasaan sebagai raja Israel dan menyadari bahwa Tuhan telah melimpahkan belas kasih yang besar kepada Daud, ayahnya, serta memberikan dirinya sebagai pengganti. Ayat ini menampilkan doa syukur Sulaiman saat ia berdiri di hadapan Allah setelah dinobatkan sebagai raja, menegaskan kesadaran bahwa semua keberhasilan kekuasaannya bersumber pada kemurahan Tuhan.
Makna pokok ayat
Ayat ini menyoroti hubungan antara pemberian Tuhan dan respons iman manusia. Sulaiman mengakui kemurahan Tuhan terhadap Daud dan dirinya sendiri sebagai kelanjutan janji Allah. Kesadaran ini menghasilkan sikap rendah hati, fokus pada tujuan ilahi, dan penyerahan diri untuk memerintah demi kehendak Tuhan. Dalam konteks historis, doa ini menandai dimulainya kepemimpinan yang berorientasi pada ketaatan kepada Allah, bukan ambisi pribadi semata.
Tema utama
Penggalan rujukan dan koneksi alkitabiah
Refleksi Henry, Barnes, Clarke: Para komentator klasik menekankan bahwa Sulaiman tidak menonjolkan kekuatannya sendiri, melainkan mengakui kesinambungan berkat Allah dari Daud kepada dirinya. Mereka melihat doa ini sebagai contoh pemimpin yang berdoa sebelum memanfaatkan kekuasaan untuk tujuan ilahi.
Cross-reference yang relevan: - 1 Raja-raja 3:9-12 (permintaan hikmat): Menjelaskan inti doa Sulaiman tentang hikmat dalam memerintah. - 2 Tawarikh 9:8 (berkat Allah atas Daud): Menunjukkan kehormatan ilahi yang menjadi landasan berkelanjutan bagi keturunan Daud. - Mazmur 127:1 (kemahakuasaan Tuhan atas perencanaan): Menggarisbawahi bahwa kerja tangan manusia berbuah hanya bila Tuhan meliputi pekerjaan itu.
Pemahaman praktis
Ayat ini mendorong pembaca yang percaya untuk selalu mengenali sumber kekuatan dan arahan dalam setiap tanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak berdoa memohon hikmat, kesetiaan, dan visi yang selaras dengan kehendak Tuhan sebelum mengambil langkah besar atau membuat keputusan penting.
Ringkasan singkat
Sulaiman mengakui kemurahan Allah kepada Daud dan dirinya sebagai raja pengganti. Doa syukur ini menggambarkan sikap kepemimpinan yang berlandaskan anugerah Ilahi, bukan kekuatan manusia semata, dan membuka jalan bagi rancangan Tuhan bagi umat-Nya melalui pemerintahan yang bijaksana.