Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 17:1 Amsal 17:2 Amsal 17:3 Amsal 17:4 Amsal 17:5 Amsal 17:6 Amsal 17:7 Amsal 17:8 Amsal 17:9 Amsal 17:10 Amsal 17:11 Amsal 17:12 Amsal 17:13 Amsal 17:14 Amsal 17:15 Amsal 17:16 Amsal 17:17 Amsal 17:18 Amsal 17:19 Amsal 17:20 Amsal 17:21 Amsal 17:22 Amsal 17:23 Amsal 17:24 Amsal 17:25 Amsal 17:26 Amsal 17:27 Amsal 17:28



Amsal 17:2 (IDN): "Seorang hamba yang berbudi itu akan memerintahkan kelak anak yang mendatangkan malu, dan iapun akan beroleh bahagian pusaka di antara segala saudara."
Pengantar konteks segera: Ayat ini berada dalam kumpulan nasihat Amsal yang menyoroti keadilan sosial di dalam keluarga dan hubungan antara majikan, hamba, dan ahli keluarga. Demikian juga, ia menyingkap pola bagaimana kebajikan dan kebijaksanaan memberi kedudukan, bukan hanya berdasarkan kelahiran, melainkan atas karakter dan pelayanan yang setia.
Makna teologis dan iman
Ayat ini menekankan bahwa Tuhan menghargai kesetiaan, etika kerja, dan integritas pribadi. Allah tidak mengikat hak warisan pada status lahir semata, melainkan pada mutu hidup yang mencerminkan hikmat-Nya. Hamba yang berbudi (yang setia, bertanggung jawab, berimbang dalam tugas) akan mendapat pengakuan dalam rumah tangga dan, secara simbolis, bahagian pusaka di antara saudara. Ini menegaskan prinsip bahwa hikmat Allah membentuk mekanisme keadilan sosial dalam komunitas keluarga.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan teks-teks lain
Beberapa bagian Kitab Amsal menegaskan bahwa kebajikan dan ketelitian dalam urusan rumah tangga membawa penghormatan; demikian juga prinsip-prinsip hormat kepada pekerja yang setia. Perhatikan:
Rujukan terkait
Beberapa versi menundukkan konteks sunnah kerja dan tanggung jawab layanan. Hubungkan dengan ayat-ayat berikut untuk memperkaya pemahaman:
Aplikasi sekarang
Dalam kehidupan modern, ayat ini mengajak kita melihat bagaimana kita menilai kualifikasi seseorang: bukan dari asal usul atau kedudukan, melainkan dari karakter, ketekunan, dan pelayanan yang konsisten. Bagi orang tua dan keluarga, ayat ini mengingatkan agar pembagian warisan dilakukan dengan adil dan penuh kebijaksanaan, mempertimbangkan kontribusi nyata setiap individu. Bagi majikan atau pemimpin rumah tangga, ajaran ini menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang berbudi, sehingga para pelayan merasa dihargai dan termotivasi untuk melayani dengan integritas.
Catatan panduan para penafsir terdahulu memberi arah bahwa keadilan Allah meliputi perhatian terhadap hati dan tindakan. Seorang hamba yang setia dengan kerja yang benar akan menerima bagian yang adil, bukan karena favoritisme, melainkan karena hidup yang mencerminkan hikmat Allah dalam hal-hal praktis.
Cross-references singkat
Catatan kutipan khusus dari tokoh-tokoh terdahulu: jika ada kutipan singkat dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, akan disertakan secara tepat pada bagian yang membutuhkan.