Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 19:1 Amsal 19:2 Amsal 19:3 Amsal 19:4 Amsal 19:5 Amsal 19:6 Amsal 19:7 Amsal 19:8 Amsal 19:9 Amsal 19:10 Amsal 19:11 Amsal 19:12 Amsal 19:13 Amsal 19:14 Amsal 19:15 Amsal 19:16 Amsal 19:17 Amsal 19:18 Amsal 19:19 Amsal 19:20 Amsal 19:21 Amsal 19:22 Amsal 19:23 Amsal 19:24 Amsal 19:25 Amsal 19:26 Amsal 19:27 Amsal 19:28 Amsal 19:29



Prinsip Utama: Menghormati orang tua dan menjaga harta keluarga sebagai cermin kebajikan
Ayat Amsal 19:26 menampilkan bahaya sikap boros terhadap harta orang tua dan tindakan mengusir ibu. Pesan inti adalah bahwa tindakan sembrono yang merugikan keluarga mencerminkan karakter buruk—ia menimbulkan malu dan kecelaan di mata komunitas. Dalam konteks peribadatan kebijaksanaan kitab Amsal, buah kebajikan adalah tanggung jawab, hormat, dan kepedulian terhadap keluarganya sendiri.
Musikalitas konteks sastra
Amsal adalah kumpulan pepatah praktis yang menyoroti moralitas sosial. Ayat ini berfungsi sebagai amaran etika: perlakukan harta keluarga dengan hemat dan hormat. Ketamakan atau kelalaian terhadap orang tua tidak hanya merugikan rumah tangga, tetapi juga menodai citra keteladanan bagi anak-anak lain. Dalam budaya kuno Israel, keluarga adalah unit utama kesejahteraan komunitas; karena itu, tindakan merusak keluarga dianggap pelanggaran serius terhadap hukum Tuhan dalam prinsip keluarga dan tanggung jawab sosial.
Konteks teologis dan kebijakan hidup
Secara teologis, firman Tuhan menegaskan bahwa harta hanyalah titipan. Merenungkan perilaku terhadap ibu dan bapak menyingkap ketaatan hati kepada Sang Pemberi. Anak yang memboroskan harta bapaknya dan menghalau ibu mengingkari perintah menghormati orang tua, sehingga menyinggung martabat manusia yang Allah ciptakan menurut gambarnya. Sifat demikian menimbulkan kecelaan karena meniadakan rasa syukur, tanggung jawab, dan kasih keluarga yang seharusnya menjadi teladan bagi generasi mendatang.
Rujukan lintas Alkitab yang relevan
Pertanyaan reflektif
Ringkasan ke depan
Amsal 19:26 mengingatkan bahwa perlakuan terhadap harta keluarga dan kedudukan orang tua adalah cermin karakter kita. Menjaga kehormatan keluarga bukan hanya kewajiban moral, melainkan bagian dari hidup yang menyatakan hubungan kita dengan Tuhan. Dengan belaskasih dan tanggung jawab, kita membangun rumah yang berkenan di hadapan-Nya dan memberi teladan bagi generasi mendatang.
Bagian dari penyatuan kebijaksanaan para penafsir terdahulu
Kutipan ringkas para komentator klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menegaskan gagasan bahwa keuangan rumah tangga harus dipelihara dengan hati-hati dan dihormati sebagai bagian dari ketaatan kepada Tuhan. Mereka menekankan bahwa tindakan merugikan keluarga menggambarkan kebodohan dan kemalasan moral yang berbahaya bagi kesejahteraan komunitas.
Cross-references menawarkan wawasan tambahan tanpa mengutip teks secara utuh. Hubungan ini menegaskan tema hormat kepada orang tua dan penggunaan harta secara bertanggung jawab sebagai inti kebijaksanaan praktis hidup beriman.