Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 19:1 Amsal 19:2 Amsal 19:3 Amsal 19:4 Amsal 19:5 Amsal 19:6 Amsal 19:7 Amsal 19:8 Amsal 19:9 Amsal 19:10 Amsal 19:11 Amsal 19:12 Amsal 19:13 Amsal 19:14 Amsal 19:15 Amsal 19:16 Amsal 19:17 Amsal 19:18 Amsal 19:19 Amsal 19:20 Amsal 19:21 Amsal 19:22 Amsal 19:23 Amsal 19:24 Amsal 19:25 Amsal 19:26 Amsal 19:27 Amsal 19:28 Amsal 19:29



Amsal 19:14 (IDN): “Rumah dan harta benda itulah pusaka orang tua-tua, tetapi seorang bini yang berakal budi itulah karunia Tuhan.”
Ayat ini mengangkat dua kategori warisan yang umum dikenal pada zaman kuno: harta benda materi yang diwariskan dari leluhur, dan budi yang bijak serta keutamaan istri yang dihargai sebagai kemurahan dari Tuhan. Dalam konteks kitab Amsal, maksudnya bukan menolak harta sebagai hal tidak penting, melainkan menekankan bahwa hikmat, kesalehan, dan kebijaksanaan istri adalah anugerah ilahi yang memberi tujuan dan keharmonisan bagi rumah tangga. Ketika ayat ini menyebut “pusaka orang tua-tua,” ia menegaskan bahwa harta bisa menjadi dukungan, tetapi budi dan kebajikan istri adalah karunia yang melampaui materi.
Ada dua pilar yang dipaparkan di sini: stabilitas materi dan kebijaksanaan pribadi. Materi dapat menjadi dasar keamanan bagi keluarga, tetapi kebijakan istri yang berakal budi menumbuhkan suasana rumah tangga yang layak dihormati, dipelihara, dan diberkati Tuhan. Pesan Paul tentang pentingnya kebijaksanaan rumah tangga juga menggarisbawahi bahwa keharmonisan keluarga lebih berharga daripada kekayaan tanpa arah.
Beberapa ayat terkait untuk memperkaya pemahaman:
Ayat ini mengajak kita menghargai keseimbangan antara kekayaan materi dan kearifan hidup. Sebagai pasangan, firman ini mengingatkan bahwa kebijaksanaan istri—dalam konteks disiplin, kasih, dan pengabdian—merupakan berkat Tuhan yang memperkaya rumah tangga lebih dari sekadar harta. Bagi komunitas iman, ini juga mengundang kita untuk mengapresiasi peran perempuan dalam membangun nilai-nilai keluarga yang berpusat pada takut akan Tuhan.
Secara ringkas, Amsal 19:14 menekankan bahwa pusaka terbaik bukan hanya yang dipegang tangan, tetapi kedewasaan roh dan kebijaksanaan istri yang berakal budi. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan suci antara warisan materi dan warisan moral—keduanya diberikan oleh Tuhan untuk memastikan rumah tangga yang setia dan berkat.
Referensi singkat dari commentaris terkenal (ringkas):
Beberapa ulasan kuno menyoroti bahwa kebijaksanaan istri dinilai tinggi karena ia mencerminkan pewarisannya terhadap firman Tuhan dalam lingkungan keluarga, sebagaimana dinilai sebagai fondasi keutuhan rumah tangga. Dalam tradisi mereka, kebijakan dalam rumah tangga dinilai sebagai bagian dari hikmat yang lebih luas yang Allah perintahkan kepada umat-Nya.
Penafian: kutipan langsung singkat dari komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke disertakan jika ada dalam catatan. Dalam bagian ini, tidak ada kutipan panjang yang diambil; ide-ide umum diintegrasikan tanpa menyalin teks penuh.