Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 19:1 Amsal 19:2 Amsal 19:3 Amsal 19:4 Amsal 19:5 Amsal 19:6 Amsal 19:7 Amsal 19:8 Amsal 19:9 Amsal 19:10 Amsal 19:11 Amsal 19:12 Amsal 19:13 Amsal 19:14 Amsal 19:15 Amsal 19:16 Amsal 19:17 Amsal 19:18 Amsal 19:19 Amsal 19:20 Amsal 19:21 Amsal 19:22 Amsal 19:23 Amsal 19:24 Amsal 19:25 Amsal 19:26 Amsal 19:27 Amsal 19:28 Amsal 19:29



Amsal 19:25 (IDN)
Ayat ini menegaskan bahwa respons terhadap koreksi menentukan arah karakter seseorang. Ketika seseorang "dipalu" oleh tukang olok-olok, ia akan menjadi bijak pada akhirnya; sebaliknya, jika ditegur oleh orang berakal, ia akan memperoleh pengetahuan. Intinya ialah sikap hati terhadap teguran menentukan kemajuan rohani dan kebijaksanaan hidup di hadapan Tuhan.
Makna asli dan konteks seimbang
Prinsip kebijaksanaan dalam kitab Amsal sering digambarkan melalui hubungan antara perbuatan orang dan respons orang lain terhadapnya. Ayat ini menonjolkan dua arah: akibat dari menertawakan teguran (dipalu oleh pengolok-olok) dan manfaat dari menerima teguran dengan rendah hati (ditegur oleh orang berakal). Dalam budaya pada masa itu, nasihat dari bijak atau orang berpengalaman memiliki bobot menjaga komunitas agar tidak terjerumus dalam kebingungan moral.
Pesan utama
Tema teologis yang relevan
Cross-references yang relevan
Catatan singkat: di antaranya ada korespondensi serupa tentang respons terhadap teguran, rendah hati, dan pertumbuhan pengetahuan.
Penjembatan dengan komentar tokoh terdahulu
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menguatkan gagasan bahwa teguran, jika diterima dengan hati yang rendah, memperkaya kebijaksanaan. Mereka menekankan bahwa koreksi yang disampaikan dengan tujuan membangun rasa tanggung jawab dikunci dengan hikmat yang tahan banting terhadap godaan kebanggaan. Ringkasannya: respons kita terhadap teguran adalah ukuran kematangan rohani.
Beberapa kutipan singkat yang relevan (tanpa menyalin panjang teks penuh): Henry, Barnes, dan Clarke menekankan bahwa pembelajaran melalui teguran mengarah pada peningkatan kebijakan hidup, dan menolak teguran seringkali menandai keteguhan hati yang sesat.
Refleksi pendek untuk doa pribadi
Ya Tuhan, bantulah aku menerima teguran dengan hati yang rendah hati, berbekal pengetahuan yang tumbuh dari pembelajaran. Tolong aku tidak cepat menilai orang yang menegur, melainkan melihat kebenaran yang mungkin tersembunyi di balik kata-kata mereka. Biarlah teguran membentuk hidupku menjadi lebih berkenan di hadapan-Mu.
Cuplikan singkat dari rujukan para komentator (opsional)
Catatan: Dalam kajian tradisional, ide utama yang sering diangkat ialah penerimaan terhadap teguran sebagai jalan menuju bijak. Tidak menampilkan kutipan panjang di sini untuk menjaga ringkasnya pembahasan.