Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 18:22 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 18:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Barangsiapa yang telah mendapat bini, ia itu mendapat benda yang baik dan iapun beroleh keridlaan dari pada Tuhan.
Amsal 18:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 18:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 19:14 (IDN) »
Rumah dan harta benda itulah pusaka orang tua-tua, tetapi seorang bini yang berakal budi itulah karunia Tuhan.

Amsal 31:10 (IDN) »
Siapakah yang boleh mendapat seorang bini yang berbudi? maka adalah harganya amat lebih besar dari pada harga menikam.

Amsal 12:4 (IDN) »
Seorang bini yang baik budi ia itu seolah-olah makota lakinya, tetapi bini yang mendatangkan malu, ia itu seperti bisa dalam tulang-tulangnya.
Amsal 18:22 (IDN) — “Barangsiapa yang telah mendapat bini, ia itu mendapat benda yang baik dan iapun beroleh keridlaan dari pada Tuhan.”
Dalam konteks kitab Amsal, ayat ini menegaskan bahwa pernikahan adalah anugerah Allah yang membawa kebaikan nyata bagi pria yang menemukan istri dan bagi rumah tangga yang dibangun di atas kasih serta ketaatan kepada Tuhan. Ayat ini tidak sekadar menyanjung pernikahan sebagai institusi sosial, melainkan menekankan bahwa hubungan suami-istri yang diberkati Allah menghasilkan stabilitas, kemakmuran praktis, dan keridhaan ilahi.
Pemaknaan utama
Inti ajaran ayat ini adalah bahwa menemukan pasangan hidup adalah hadiah dari Tuhan. “Barangsiapa yang telah mendapat bini” menunjukkan bahwa pernikahan adalah berkat yang patut disyukuri. “ia itu mendapat benda yang baik” menekankan kualitas berkat itu—keberkahan, perlindungan, dan kemantapan rumah tangga. “keridlaan dari pada Tuhan” menggarisbawahi bahwa sejalan dengan kehendak-Nya, hubungan itu membawa simpati ilahi dan dukungan-Nya bagi keluarga.
Tiga tema utama
Rujukan terkait
Beberapa bagian lain kitab Amsal menyoroti sikap bijak dalam hubungan hidup, seperti Amsal 19:14 yang menyebut rumah tangga dibangun atas hikmat; Amsal 31:10-12, 23, tentang istri yang teguh dan bermanfaat bagi keluarganya. Ketiga bagian ini mempertegas bahwa hubungan dan karakter berdampak pada kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Refleksi praktis
Untuk pembaca zaman kini, penting menyadari bahwa berkat pernikahan bergantung pada komitmen dan kompas rohani. Pertahankan komunikasi yang jujur, saling menghormati, dan doa bersama sebagai jalan mendekatkan pasangan kepada Tuhan. Hadirkan kebijaksanaan praktis: pengelolaan keuangan rumah tangga, penyelesaian konflik dengan kasih, dan pembelajaran bersama dalam firman Allah.
Catatan silang
Cross-references: - Amsal 3:3-4 — hikmat dan kasih memberi peluang mendapat ridha di hadapan manusia dan Tuhan. - Efesus 5:33 — kasih suami-istri menjadi refleksi kasih Kristus bagi gereja. - Amsal 19:14 — rumah tangga dibangun dengan hikmat.
Penjelasan singkat: Ketiganya menekankan bahwa kualitas hubungan rumah tangga diperdagangkan melalui kasih, kebijaksanaan, dan ketundukan pada kehendak Tuhan, sehingga beroleh kemakmuran rohani dan materi.
Inti penutup
Amsal 18:22 menegaskan bahwa pernikahan adalah hadiah dari Tuhan yang membawa berkat nyata bagi yang memperlakukannya dengan hikmat dan iman. Ketika rumah tangga didirikan atas prinsip kasih, ketaatan, dan kerja sama dalam Tuhan, keridhaan-Nya menuntun kehidupan keluarga menuju kebaikan yang berkelanjutan.
Quotations from classical commentators (independently cited):
“Pengantin adalah hadiah-Nya, dan rumah tangga yang dijalin dengan budi pekerti membawa kemuliaan bagi nama-Nya.” — Parafrase ringkas dari pemikiran para komentator terkemuka.