Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 18:10 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 18:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Nama Tuhan itu laksana bangun-bangun yang teguh, bahwa orang yang benar itu lari ke sana, dan iapun dimasukkan ke dalam tempat perlindungan yang tinggi.
Amsal 18:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 18:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 22:3 (IDN) »
Bahwa Allah juga gunung batuku, maka aku harap akan Dia, yang perisaiku dan tanduk selamatku dan tempat perlindunganku yang tinggi, kepada-Nya aku lari berlindung: Engkaulah penebusku, yang sudah melepaskan aku dari pada aniaya!

Mazmur 91:2 (IDN) »
Bahwa sembahku kepada Tuhan: Engkaulah perlindunganku dan kubuku dan Allahku, yang aku harap pada-Nya.

Yesaya 26:4 (IDN) »
Haraplah pada Tuhan sampai selama-lamanya, karena Tuhan Hua itulah bukit batu yang kekal.
Amsal 18:10 (IDN) – Makna, Kaitan, dan Penerapan
Bagian ini menyoroti bagaimana nama TUHAN menjadi perlindungan yang aman bagi orang benar. Dalam suasana kitab Amsal yang bersifat nasihat praktis, pesan ini mengajak pembaca untuk menaruh kepercayaan pada kekuasaan dan kesetiaan Allah di tengah tantangan hidup. Ketika gelombang kesulitan menggulung, perlindungan ilahi menjadi tempat perlindungan yang kokoh bagi mereka yang hidup dalam integritas dan ketaatan kepada-Nya.
Verse in Context
Peribahasa ini tampil sebagai prinsip yang menenangkan hati. Ketika manusia menghadapi ancaman dan kegentaran, mengenal "nama Tuhan" bukan sekadar kata sopan, melainkan pengakuan akan kehadiran-Nya yang setia dan kekuasaan-Nya yang melindungi. Dalam tradisi Israel, menyebut nama Tuhan adalah tindakan iman yang menegaskan hubungan pribadi dengan Allah yang berkuasa atas segala sesuatu.
Gambaran Utama dan Pelajaran Rohani
Perbandingan alkitabiah
Beberapa bagian lain menekankan tema perlindungan Allah bagi umat-Nya. Misalnya, Mazmur 46:2–3 menggambarkan Allah sebagai benteng dan perlindungan pada saat gempa bumi. Ayat-ayat seperti ini sejalan dengan gambaran Amsal bahwa mencari perlindungan dalam nama Tuhan membawa keamanan di tengah ancaman dunia. Ayub 5:19 juga menyoroti bagaimana perlindungan Allah datang lewat cobaan yang akhirnya memurnikan iman. Dalam semua itu, keyakinan akan hadirnya Allah yang berkuasa menjadi fondasi utama bagi ketenangan hati orang percaya.
Aplikasi praktis
Kait silang (cross-references) dan penjelasan singkat
- Mazmur 46:2–3: Allah adalah benteng dan perlindungan pada waktu kesusahan; sejalan dengan gambaran Amsal mengenai perlindungan melalui nama-Nya. (penjelasan: perlindungan ilahi tidak tergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada pernyataan iman kepada Allah)
- Mazmur 91:14–16: Allah menjanjikan pembebasan bagi mereka yang mengenal-Nya dan memohon perlindungan-Nya, menggandakan nuansa perlindungan bagi orang benar. (penjelasan: kedekatan pribadi dengan Allah memampukan perlindungan yang konkret)
- Amsal 3:5–6: Mengandalkan Tuhan dengan sepenuh hati memungkinkan arah hidup yang benar, sehingga perlindungan Allah dapat dinikmati secara menyeluruh.
Intisari dan Penenangan Akhir
Ayat ini menegaskan bahwa kehadiran dan kekuasaan Allah adalah perlindungan utama bagi orang benar. Ketika hidup penuh risiko, mengarahkan pandangan pada nama Tuhan memberi keamanan yang tidak diberikan oleh kekuatan dunia. Melalui hidup yang setia, iman pada perlindungan ilahi menjadi landasan ketenangan hati dan langkah yang mantap.
Pencatatan editorial
Beberapa catatan para komentator klasik menekankan bahwa penyebutan “nama Tuhan” menandai keintiman hubungan dengan Allah yang berkuasa. Rujukan singkat dari tokoh-tokoh seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke digunakan secara ringkas untuk menegaskan gagasan perlindungan Allah bagi orang benar. Kita menekankan inti pesan tanpa meniru tafsiran yang terlalu teknis, agar makna praktis bagi pembaca modern tetap jelas.