Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 17:1 Amsal 17:2 Amsal 17:3 Amsal 17:4 Amsal 17:5 Amsal 17:6 Amsal 17:7 Amsal 17:8 Amsal 17:9 Amsal 17:10 Amsal 17:11 Amsal 17:12 Amsal 17:13 Amsal 17:14 Amsal 17:15 Amsal 17:16 Amsal 17:17 Amsal 17:18 Amsal 17:19 Amsal 17:20 Amsal 17:21 Amsal 17:22 Amsal 17:23 Amsal 17:24 Amsal 17:25 Amsal 17:26 Amsal 17:27 Amsal 17:28



Amsal 17:17 (IDN) — Makna persahabatan sejati
Ayat ini berada dalam rangkaian nasihat Sirah Salomo tentang hubungan antarsaudara dan hubungan dengan teman. Latar belakangnya adalah realitas hidup manusia: persahabatan sejati diuji dalam masa-masa kesukaran. Ayat ini menegaskan bahwa kasih yang konsisten kepada sahabat bukan sekadar ramah di saat senang, melainkan cinta yang setia bahkan ketika bebannya berat. Dalam budaya kuno maupun budaya Indonesia modern, nilai ini tetap relevan: seorang sahabat adalah pendamping di saat suka maupun duka; kasih yang tulus menjadi jembatan bagi persaudaraan sejati.
Makna utama ayat
Barang siapa menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran. Artinya, kasih yang terus-menerus dan tidak tergoyahkan membuat seseorang layak disebut sahabat sejati. Ketika cobaan datang, kemampuan seseorang untuk tetap menguatkan dan mendukung menunjukkan kedalaman ikatan itu. Persahabatan yang benar tidak memanfaatkan posisi atau keuntungan, melainkan siap menanggung beban bersama.
Tema-tema penting
Cross-references singkat
Penjelasan singkat: Ketiga referensi itu menegaskan bahwa hubungan sejati menggabungkan kedekatan, pengorbanan, dan komitmen untuk saling membangun di tengah tantangan.
Rasa praktis bagi hidup sehari-hari
Ringkasan singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa kasih yang konsisten hingga masa-masa sulit merupakan perekat persahabatan yang paling autentik. Seorang sahabat adalah mereka yang tetap menguatkan, dan saudara menjadi penopang ketika bebannya berat.
Catatan editorial singkat
Beberapa pandangan klasik menyuarakan bahwa persahabatan sejati lebih dari sekadar kebersamaan dalam hal-hal menyenangkan; ia adalah komitmen aktif untuk kebaikan orang lain. Ringkasnya, kasih yang lestari adalah bahasa nyata persahabatan, dan di dalamnya saudara lahir sebagai pendukung di tengah badai hidup.