Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 17:1 Amsal 17:2 Amsal 17:3 Amsal 17:4 Amsal 17:5 Amsal 17:6 Amsal 17:7 Amsal 17:8 Amsal 17:9 Amsal 17:10 Amsal 17:11 Amsal 17:12 Amsal 17:13 Amsal 17:14 Amsal 17:15 Amsal 17:16 Amsal 17:17 Amsal 17:18 Amsal 17:19 Amsal 17:20 Amsal 17:21 Amsal 17:22 Amsal 17:23 Amsal 17:24 Amsal 17:25 Amsal 17:26 Amsal 17:27 Amsal 17:28



Amsal 17:6 (IDN) — Menghormati Warisan dan Kemuliaan Keluarga
Ayat ini menegaskan bahwa kehormatan sebuah keluarga tidak hanya dinilai dari kepandaian atau keadilan orang tua, melainkan dari kemuliaan dan keturunan yang menghormati serta menjaga nama baik leluhur. Dalam budaya kuno Israel, garis keturunan dan kehormatan keluarga adalah bagian penting dari identitas sosial. Ayat ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan dan sikap hidup yang saleh akan diwariskan melalui generasi, sehingga anak cucu menjadi kebanggaan orang tua dan nenek moyang mereka.
Konteks aslinya
Proverbia ini berada dalam kitab Amsal yang berfokus pada hikmat praktis untuk hidup berkenanan dengan Allah. Pengajarannya sering kali berputar pada bagaimana tindakan sehari-hari mencerminkan iman dan keteladanan keluarga. Ayat ini menyoroti hubungan antara generasi dan bagaimana kemuliaan keluarga dipantulkan melalui keturunan yang hidup setia kepada Allah dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur.
Gagasan utama
Inti ajaran ayat ini: kemuliaan anak-anak menjadi kebanggaan orang tua dan nenek moyang. Ketika sikap, integritas, dan doa-doa leluhur diteruskan oleh generasi berikutnya, kemuliaan keluarga tumbuh dan bertahan. Ini mengingatkan kita bahwa peran orang tua adalah membentuk karakter anak-anak mereka agar kelak menjadi “mahkota” bagi keluarga, bukan beban atau aib.
Tema Alkitabiah yang terkait
Referensi silang yang relevan
Beberapa bagian yang sejalan dengan tema ini:
Catatan dari pakar klasik (cuplikan singkat)
Beberapa ulasan gereja mula-mula menekankan bahwa kemuliaan keluarga tidak sekadar status, melainkan reputasi moral yang akhirnya mengarahkan anak-anak pada jalan yang benar di hadapan Allah. Para penafsir seperti Matthew Henry menekankan bahwa “kemuliaan anak-anak itulah bapa-bapanya” menyinggung tanggung jawab orang tua untuk mendidik secara benar sehingga warisan itu memantulkan kebijaksanaan ilahi.
Refleksi pribadi
Pikirkan tentang bagaimana Anda membentuk suasana rumah yang memungkinkan anak-anak melihat teladan Kristus dalam hidup sehari-hari. Apakah kebiasaan doa keluarga, integritas dalam pekerjaan, dan kasih kepada sesama menjadi mahkota bagi rumah tangga Anda? Ketika kita hidup setia, kita berpartisipasi dalam menjaga kemuliaan leluhur dan membiarkan iman menyinari generasi mendatang.
Bagian penutup
Amsal 17:6 mengingatkan bahwa kemuliaan keluarga adalah hasil dari hidup saleh yang terus diwariskan. Ketahuilah bahwa setiap tindakan kecil yang setia—mengajar dengan sabar, menepati janji, dan hidup berintegritas—membangun mahkota bagi keluarga kita di mata Allah dan sesama.
Versi rujukan lintas singkat
Kaitan dengan doa, teladan, dan pendidikan iman keluarga semakin memperkaya makna ayat ini. Berjalanlah dalam hikmat Allah agar warisan iman tetap hidup di antara generasi-generasi berikutnya.