Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:22 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Orang yang baik itu akan meninggalkan pusaka kepada anak cucu cicitnya, tetapi harta benda orang yang berdosa itu telah tertaruh bagi orang yang benar.
Amsal 13:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Pengkhotbah 2:26 (IDN) »
Karena kepada orang yang baik di hadapan hadirat-Nya dikaruniakan-Nya hikmat dan pengetahuan dan kesukaan, tetapi kepada orang yang berdosa diberikan-Nya percintaan dan syugul dalam mengumpulkan dan menghimpunkan, supaya diberikan-Nya kepada orang yang baik di hadapan hadirat Allah; maka ini juga perkara yang sia-sialah adanya dan yang memenatkan hati.

Ayub 27:16 (IDN) »
Jikalau ditimbunkannya perak seperti lebu duli banyaknya dan dilengkapkannya pakaian, banyaknya seperti tanah liat sekalipun,

Amsal 28:8 (IDN) »
Orang yang menambahi hartanya dengan rubiah dan laba yang keji, ia itu mengumpulkan dia bagi orang yang menaruh kasihan akan orang miskin.
Amsal 13:22 (IDN): Warisan yang Kekal dan Harta yang Dipertanggungjawabkan
Gambaran umum: Perkataan bijak dalam Amsal menyoroti dua arah dalam kehidupan manusia: manfaat jangka panjang bagi keluarga yang setia kepada Tuhan, dan konsekuensi dari pola hidup yang berdosa. Ayat ini menegaskan bahwa orang baik meninggalkan pusaka untuk generasi berikutnya, sementara harta orang berdosa pada akhirnya dialihkan kepada orang benar. Pesan ini menggabungkan pola tanggung jawab pribadi dengan realitas keadilan ilahi: kemakmuran yang sejati melampaui kepemilikan materi semata.
Bait per ayat dalam konteks pasal
Pasal 13 mengajak pembaca untuk memahami bahwa hikmat, disiplin, dan integritas membentuk masa depan. Ayat 22 menekankan bahwa tindakan hidup yang benar akan membangun pewarisan nilai-nilai, bukan sekadar kekayaan fisik. Warisan di sini mencakup iman, kasih, etos kerja, dan keteladanan yang dapat diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Inti pelajaran rohani
Pelajaran utama ayat ini adalah bahwa hidup yang setia kepada Tuhan tidak hanya memberi kepuasan pribadi tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi keluarga. Apa yang dibangun dalam hidup sekarang—kepedulian terhadap sesama, kejujuran, dan iman kepada Allah—akan menjadi warisan yang bertahan lebih lama daripada kekayaan material yang mudah berpindah tangan.
Bandingan dengan tarikh tafsiran klasik
Kaitan pandangan para taulatur publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa “pusaka” merujuk pada nilai rohani dan disiplin yang memadai untuk membentuk karakter generasi berikutnya. Henry menyoroti aspek pola hidup saleh yang menumbuhkan ketenangan hati keluarga, Barnes menekankan keadilan ilahi yang mengarahkan harta ke tangan orang benar, sementara Clarke menafsirkan bahwa kekayaan ilahi tidak selalu berarti kekayaan materi, melainkan keteraturan hidup dan ketaatan kepada Tuhan.
Cuplikan singkat (tanpa mengutip teks lengkap):
Tautan lintas yang relevan
Beberapa ayat yang sejalan dalam Alkitab menunjukkan tema yang sama:
Aplikasi praktis
Bagaimana menerapkan pelajaran ini dalam kehidupan sekarang?
Ringkasan
Amsal 13:22 mengajarkan bahwa kebaikan hidup menghasilkan warisan yang melampaui materi: nilai, iman, dan reputasi yang ditanam dalam keluarga. Dalam dunia yang cepat berubah, warisan semacam ini menjadi penguat bagi generasi mendatang dan bagian penting dari hidup berintegritas di hadapan Allah.