Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:21 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa jahat itu mengejar akan orang yang berdosa, tetapi kepada orang yang benar dibalas kebajikan kelak.
Amsal 13:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 32:10 (IDN) »
Maka adalah banyak sengsara pada orang fasik, tetapi orang yang harap pada Tuhan itu akan dikelilingi dengan kemurahan.

Yesaya 3:10 (IDN) »
Katakanlah kepada orang yang benar bahwa ia akan selamat, karena mereka itu akan makan dari pada hasil pekerjaannya.

Amsal 13:13 (IDN) »
Barangsiapa yang benci akan firman, ia itu kelak akan binasa, tetapi orang yang takut akan hukum itu, ia itu kelak mendapat pahalanya.
Amsal 13:21 (IDN) – “Jahat mengejar orang yang berdosa, tetapi kepada orang yang benar dibalas kebajikan kelak.”
Inti interpretatif: Perbuatan jahat tidak luput dari pembalasan, namun balasan kebajikan bagi orang benar menanti pada waktunya. Ayat ini menegaskan hukum moral yang nyata di balik pengalaman hidup: kejahatan tampak menindas sesaat, tetapi kebenaran dan kesalehan akhirnya mendapat pemulihan dari Tuhan. Dalam konteks sejumlah peribahasa, kebajikan tidak hanya memenuhi keadilan pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi pemeliharaan ilahi.
Lingkungan sastra dan konteks kitab Amsal
Amsal 13 berfokus pada kontras antara jalan bijaksana dan jalan kebodohan. Ayat ini menekankan konsekuensi moral yang nyata atas pilihan hidup manusia: tindakan jahat biasanya menimbulkan pengejaran, kerugian, atau gangguan, sementara hidup benar menarik berkat dalam wujud pemulihan, perlindungan, dan keseimbangan. Penekanan pada balasan kelak menunjukkan orientasi hidup yang berpusat pada masa depan bukan sekadar mendapatkan pahala di sini dan sekarang, tetapi pada keandalan Tuhan sebagai Hakim yang setia.
Gaya dan ajaran tokoh-tokoh penafsir terdahulu (ringkas)
Para penafsir klasik menekankan hukum karunia ilahi yang berjalan secara konsisten. Mereka melihat ayat ini sebagai dorongan bagi orang benar untuk tetap teguh, meski jalannya sering memicu tekanan dari dunia. Kutipan pendek berikut merangkum pemahaman umum:
Refleksi teologis singkat
Amsal ini menegaskan bahwa hidup yang benar tidak menjalani hidup tanpa tantangan, namun dibumbui oleh janji Tuhan bahwa kebenaran tidak dibiarkan tanpa ganjaran. Pembalasan yang dimaksud tidak selalu bersifat kekerasan, melainkan pemulihan, keamanan, dan pemeliharaan Allah atas orang yang menantikan-Nya. Inilah panggilan untuk percaya bahwa moralitas perorangan dan komunitas tidak sia-sia di mata Tuhan.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa referensi lintas untuk menguatkan tema ini:
Penjelasan singkat terkait ayat-ayat silang ini: meskipun konteks budaya dan hukum berbeda, pesan inti tetap: hidup dengan integritas menarik pemeliharaan ilahi, dan kejahatan pada akhirnya mendapat respons adil-Nya.
Pertanyaan untuk refleksi
Kesimpulan singkat
Amsal 13:21 mengingatkan bahwa realitas moral bekerja secara konsisten: kejahatan akan mengejar yang berdosa, sedangkan kebenaran akan mendapatkan pembalasan kebajikan pada waktu-Nya. Dalam perjalanan iman kita, percayakan pembalasan kepada Tuhan, sambil meneguhkan hidup benar sebagai pilihan yang dijanjikan Penopang hidup—Allah yang setia.