Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:11 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa kekayaan yang diperoleh dengan sia-sia, itu kelak akan dihabiskan, tetapi orang yang mengumpulkan dengan lelah tangannya itu akan menambahkan dia.
Amsal 13:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 20:21 (IDN) »
Jikalau pusaka pada mulanya disegerakan, maka pada akhirnya tiada ia itu keberkatan.

Amsal 10:2 (IDN) »
Adapun harta benda yang jahat itu satupun tiada keuntungannya, tetapi kebenaran itu melepaskan dari pada kematian.

Yakobus 5:1 (IDN) »
Hai kamu orang kaya, pergilah kamu menangis dan meraung sebab segala siksa yang akan datang ke atasmu.
Inti Makna Ayat
Prosaically, Amsal 13:11 mengajarkan bahwa kekayaan yang diperoleh dengan sia-sia atau dengan cara tidak jujur tidak akan bertahan; berbanding terbalik, berkat kerja keras yang dikelola dengan tekun akan memperkaya secara bertambah.
Latar Belakang Konteks
Ayat ini berada dalam kumpulan perkataan bijak Penulis Amsal yang menekankan etika kerja, kejujuran, dan keadilan sosial. Praktek mengumpulkan secara lelah-lelah menekankan disiplin, kesabaran, dan pengelolaan kekayaan yang berangkat dari integritas. Ayat ini menajamkan kontras antara kekayaan yang didapat secara sia-sia — misalnya melalui tipuan, penimbunan tanpa kerja nyata, atau pemborosan yang tidak bertanggung jawab — dengan kekayaan yang dihasilkan melalui usaha yang konsisten dan hidup dalam prinsip-prinsip bijaksana.
Pengamatan Interpretatif
Garis Besar Tema
Rujukan Terkait dan Penjelasan Singkat
Beberapa pasal terkait yang bisa membantu memperdalam pemahaman:
Penjelasan singkatnya: kekayaan yang diperoleh dengan motif benar dan melalui kerja yang tekun dinilai lebih utama di hadapan Tuhan daripada keuntungan yang dihasilkan melalui jalan pintas atau tindakan tidak berintegritas. Penekanan pada pola kerja yang bertanggung jawab menuntun pada kesejahteraan yang lebih tahan lama.
Gambaran Praktis yang Terbatas
Ambil inspirasi untuk hidup lebih bijak: kembangkan disiplin dalam keuangan, hindari cara-cara yang meragukan, dan kelola pendapatan dengan hemat serta bertujuan untuk manfaat jangka panjang. Jangan biarkan kekayaan yang didapat secara kilat menggerus karakter maupun dampak sosial.
Rangkuman Singkat
Kebijaksanaan di ayat ini menegaskan bahwa tindakan memperoleh kekayaan secara sia-sia cepat akan berakhir hilang, sementara kerja yang tekun dan jujur, meskipun lambat, akan memperkaya secara berkelanjutan. Hidup sesuai prinsip integritas membawa kestabilan ekonomi serta kemuliaan bagi Allah melalui tindakan sehari-hari.
Quotations from the public-domain commentators (for reference):
Matthew Henry: “...the gain that comes by deceit is ill-gotten and shall not endure.”
Albert Barnes: “The danger of ill-gotten riches is that they tempt men to rely on wealth rather than on God.”
Adam Clarke: “The deceitful acquirements perish; those that are gained by patient toil are extended.”
Catatan Sumber Secara Umum
Ayat ini menekankan prinsip umum bahwa kejujuran dan kerja keras membangun fondasi kekayaan yang tahan lama, berbeda dengan keuntungan singkat yang menyesatkan dan berbahaya bagi integritas pribadi maupun komunitas.