Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:5 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa orang yang benar itu benci akan perkataan dusta, tetapi orang jahat membusukkan dan mempermalukan dirinya.
Amsal 13:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 119:163 (IDN) »
Maka bencilah aku akan culas hati, dan jemulah aku akan dia, tetapi kasihlah aku akan taurat-Mu.

Amsal 3:35 (IDN) »
Orang yang budiman itu akan mempusakai kemuliaan, tetapi orang ahmak itu ketahuan oleh malunya termata-mata.

Efesus 4:25 (IDN) »
Sebab itu hendaklah kamu berhenti daripada berbuat dusta, dan masing-masing berkata benar dengan sesamanya manusia, karena kita menjadi anggota di antara sama sendiri.
Amsal 13:5 (IDN) — Ringkasan Pembaca
Ayat ini menekankan dua pihak: orang benar yang membenci dusta dan orang jahat yang membusukkan dirinya melalui perkataan jahat. Dalam konteks kitab Amsal, kebiasaan hidup benar bertolak belakang dengan perilaku dusta; kebenaran membawa kedamaian batin dan reputasi yang terjaga, sementara kebohongan merusak diri sendiri dan menimbulkan malu di hadapan Tuhan dan sesama.
Amsal 13:5 dalam konteks pasal
Pasal 13 secara umum menyoroti pilihan antara jalan kebijaksanaan dan kebodohan. Ayat ini menegaskan bahwa integritas mulut berhubungan erat dengan hidup yang benar. Ketika seseorang memilih kebenaran dan menghindari dusta, ia memproyeksikan karakter yang kokoh; sebaliknya, perkataan dusta pada akhirnya menimbulkan kehinaan bagi diri sendiri.
Inti ajaran rohani
Inti ajaran ayat ini adalah: karakter benar memurnikan lidah; dusta merusak citra pribadi dan hubungan dengan Tuhan. Allah melihat hati serta apa yang keluar dari mulut; hidup yang konsisten dengan kebenaran membawa kedamaian dan kepercayaan, sedangkan kebohongan menumbuhkan ketidakpercayaan dan malu.
Menyusuri perbandingan Alkitab
Beberapa bagian lain menegaskan pola yang sama:
Referensi silang yang relevan: bagian-bagian tentang lidah yang membangun (perikop kebijaksanaan lidah) dan bahaya dusta yang menimbulkan malu, serta ajaran mengenai kejujuran sebagai bagian dari hidup saleh.
Pandangan para komentator lama (ringkas)
Para ahli komentar public-domain menekankan bahwa orang benar tidak sekadar menghindari dusta, melainkan juga menjaga integritas tutur kata mereka sebagai bagian dari hidup yang benar di hadapan Tuhan. Mereka menimbang bahwa ketakutan akan Tuhan memotivasi kejujuran, dan dusta seringkali memperlihatkan hati yang tidak setia pada Tuhan.
Aplikasi praktis
Beberapa cara menerapkan ayat ini dalam kehidupan sehari-hari:
Kaitan Alkitab (cross-references)
Beberapa ayat terkait yang memberi konteks tambahan:
Ringkasan
Ayat 5 menegaskan bahwa orang benar hidup dalam kejujuran lidah, sebab dusta mencemari diri dan mengundang malu. Kehidupan yang dilandasi kebenaran memuliakan Tuhan, menumbuhkan kepercayaan, dan membawa ketenangan batin. Dalam dunia yang rentan terhadap ujaran, menjaga lidah adalah bagian penting dari iman yang hidup di hadapan Allah.
Petunjuk singkat untuk pembaca