Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:23 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dari pada perusahaan ladang orang miskin keluarlah banyak rezeki, tetapi suatu kekayaan boleh dihabiskan oleh kurang hemat-hemat.
Amsal 13:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 12:11 (IDN) »
Barangsiapa yang mengusahakan tanahnya, ia itu akan dikenyangkan dengan makanan, tetapi orang yang menurut orang sia-sia, ia itu kurang akal.

Amsal 28:19 (IDN) »
Barangsiapa yang mengusahakan bendangnya itu akan dikenyangkan dengan makanan, tetapi orang yang menuntut peri malas itu kelak dikenyangkan dengan kepapaan.

Pengkhotbah 8:5 (IDN) »
Barangsiapa yang memeliharakan hukum, ia itu tiada melakukan jahat, maka hati orang bijak itu akan mencamkan ketika dan perinya.
Amsa 13:23 (IDN): "Dari pada perusahaan ladang orang miskin keluarlah banyak rezeki, tetapi suatu kekayaan boleh dihabiskan oleh kurang hemat-hemat."
Penempatan ayat ini ada dalam konteks kitab Amsal yang menekankan kebiasaan bijaksana, kerja keras, dan etika keuangan. Ayat ini membedakan aliran rezeki yang lahir dari kerja nyata dan kerjasama komunitas dengan risiko pemborosan yang datang dari sifat hemat-akar rumit. Inti nasihatnya adalah bahwa usaha yang adil dan disiplin menghasilkan buah yang lebih menjaga masa depan, sementara kekayaan yang diperoleh tanpa pengelolaan yang bijak dapat cepat hilang.
Ayat ini menegaskan dua pola utama: (1) perusahaan ladang orang miskin—usaha yang dikerjakan bersama dengan tujuan menyediakan makanan bagi keluarga dan komunitas—menghasilkan banyak rezeki karena keuletan, fokus pada kerja, dan pembagian hasil yang adil. (2) kekayaan sendiri bisa gampang habis jika tidak dikelola dengan hemat; tanpa disiplin, keuntungan besar bisa tergelincir karena pemborosan, peluang kehilangan, atau investasi yang buruk. Nasihatnya menggarisbawahi hikmat praktis: kualitas kerja serta pengelolaan finansial lebih menentukan kelangsungan daripada jumlah awal modal.
Beberapa bagian lainnya menegaskan prinsip serupa:
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini mengajak pembaca untuk menilai sumber rezeki dan cara mengelolanya. Ketekunan dan solidaritas dalam pekerjaan mengalirkan buah bagi banyak orang, sementara kebiasaan boros menodai potensi kemakmuran yang sebenarnya.
Renungkan: bagaimana kita mengelola pendapatan kecil maupun besar? Apakah ada pola pemborosan yang perlu diubah? Kebaikan bersama dapat tumbuh ketika kita membagi beban kerja, menabung secara terencana, dan berinvestasi dalam hal yang membangun masa depan keluarga serta komunitas.
Versi ini menekankan keseimbangan antara kerja dinas dan hemat-hemat. Rezeki yang lahir dari kerja bersama dan keadilan menguatkan komunitas, sedangkan kekayaan yang tidak dikelola dengan bijak bisa mudah habis.