Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:12 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa harap yang dipertangguhkan itu mempersakiti hati, tetapi apabila niat itu sampai, itulah pohon selamat.
Amsal 13:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yohanes 16:22 (IDN) »
Demikian kamu pun berdukacita sekarang ini; tetapi Aku akan melihat kamu pula, lalu hatimu sukacita kelak, dan seorang pun tiada dapat mengambil kesukaanmu itu daripadamu.

Amsal 13:19 (IDN) »
Kehendak yang sampai itu sedap kepada hati, tetapi undur dari pada jahat menjadi suatu perkara kebencian kepada yang bodoh.

Mazmur 119:81 (IDN) »
Bahwa pingsanlah hatiku oleh rindu akan selamat-Mu, dan aku menantikan perjanjian-Mu.
Makna Langsung Amsal 13:12 (IDN)
Harap yang tertunda membuahkan kekecewaan dan melukai hati; namun ketika harapan itu akhirnya terpenuhi, hal itu menjadi sumber kehidupan bagi jiwa.
Latar Konteks
Amsal ini bagian dari kumpulan pintasan kebijaksanaan yang menimbang dampak emosional dari harapan manusia. Iman dan hikmat menekankan bahwa kesabaran dalam menunggu kebenaran dan pemenuhan janji Allah membawa kedamaian, tetapi penundaan janji di dunia bisa menimbulkan kerugian batin bila tidak diimbangi dengan pengertian akan waktu Allah.
Interpretasi Singkat
- Harapan yang tertunda atau ditunda pemenuhannya sering menimbulkan luka hati dan keputusasaan. Rasa frustrasi karena keterlambatan bisa menumpuk bila tidak disandarkan pada ketaatan kepada Allah.
- Ketika rencana, janji, atau pemenuhan harapan itu akhirnya datang, itu membawa pemulihan, menguatkan hati, dan menjadi “pohon selamat” bagi jiwa yang menanti dengan iman.
Pengamatan Hukum Kebijaksanaan
Bagian Tehimatik & Ayat Terkait
Ramat terkait:
Rujukan-Kependekan dengan Penjelasan
1) Amsal 13:12 menyejajarkan harapan yang tertunda dengan luka batin; sebaliknya, ketika harapan itu datang, jiwa menemukan keselamatan dan pembaruan.
2) Mazmur 27:14 dan Roma 8:25 menyuarakan kegigihan menanti Tuhan sebagai jalan memperoleh kekuatan rohani, meskipun menunggu terasa berat.
3) Amsal 10:24 menegaskan bahwa keinginan orang fasik adalah bencana, sementara taat pada hikmat Allah memberi pemeliharaan hidup bagi orang benar.
Kutipan singkat (Sumber Tokoh Perpustakaan Perunggu)
Catatan ringkas dari sumber klasik: “Pengharapan yang tertunda memenjarakan hati; tetapi penggenapan pada waktuNya memberikan keamanan dan kedamaian.” (narasi umum kebijaksanaan, dirangkum dari pandangan para komentator kuno)
Kesimpulan Praktis
Diajarilah bersabar dalam menunggu rencana Tuhan. Saat penantian terasa lama, fokuskan hati pada integritas iman: taat, berdoa, dan tetap hidup dalam harapan kepada Allah. Ketika firman-Nya datang, sambutlah dengan syukur; pemenuhan itu menjadi “pohon selamat” yang menyegarkan jiwa yang menanti.