Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 13:19 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 13:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kehendak yang sampai itu sedap kepada hati, tetapi undur dari pada jahat menjadi suatu perkara kebencian kepada yang bodoh.
Amsal 13:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 13:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 13:12 (IDN) »
Bahwa harap yang dipertangguhkan itu mempersakiti hati, tetapi apabila niat itu sampai, itulah pohon selamat.

Amsal 29:27 (IDN) »
Orang yang lalim menjadi kebencian kepada orang yang benar, maka orang yang betul kelakuannya itu kebencian kepada orang jahat adanya.

Wahyu 7:14 (IDN) »
Lalu kataku kepadanya, "Tuan juga yang mengetahuinya." Maka katanya kepadaku, "Inilah orang-orang yang datang ke luar daripada kesusahan besar itu, dan mereka itu sudah membasuh jubahnya dan memutihkan dengan darah Anak domba itu.
Amsal 13:19 (IDN) - Penafsiran Ringkas
Ayat ini menampakkan kehendak yang sejalan dengan hati nurani dan kebahagiaan yang muncul dari menjauhi kejahatan. Di tengah nasihat kitab Amsal, pernyataan ini menekankan bahwa kenikmatan umum yang diperoleh melalui kebenaran dan ketaatan berlawanan dengan kepuasan sementara yang diperoleh dari jalan yang jahat. Konteksnya: orang bijak menyoroti pilihan antara menghindar dari jalan sesat dan menikmati keselarasan dengan kehendak Allah. Saat seseorang menolak jalan kejahatan, ia meraih kedamaian hati; sebaliknya, mengikuti nafsu buruk menimbulkan kehendak manusia yang bodoh dan kebingungan batin.
Makna inti ayat
Kehendak yang sampai itu sedap bagi hati menggambarkan kepuasan batin yang datang ketika seseorang hidup menurut prinsip benar, adil, dan berintegritas. Sedangkan menjauhkan diri dari kejahatan adalah tindakan kebijakan yang menenangkan hati, meski seringkali dihadapi godaan atau kebiasaan buruk. Dalam bahasa kebijaksanaan Yahudi, kebahagiaan sejati tidak berasal dari kemewahan dunia, melainkan dari hidup selaras dengan hukum Tuhan dan kebijakan yang membawa kedamaian batin.
Tema-tema utama
Pendalaman khusus dari penuntun masa lampau
Beberapa penafsir menyoroti bahwa hal-hal yang menyenangkan hati adalah hasil penyelarasan antara kehendak manusia dengan kehendak Allah. Ketika seseorang menimbang pilihan, nilai kebenaran dan integritas akan membentuk kebahagiaan yang tidak mudah tergoyahkan. Ringkasnya, kebahagiaan yang diperolah dari jalan benar jauh melebihi kepuasan sesaat melalui jalan kejahatan.
Cross-references dan hubungannya
- Amsal 10:22: Berkat Tuhan membuat kaya tanpa menambah sengsara; menuntun pada kepuasan hati melalui kebenaran.
Penjelasan singkat: menegaskan bahwa berkat Allah menumbuhkan kedamaian batin ketika hidup dalam kebenaran.
- Mzm 36:9: Di hadapan Allah ada nyala hidup; bagi mereka yang datang kepada-Nya, cahaya menjadi bagian mereka.
Penjelasan singkat: kedamaian batin bergantung pada hubungan yang benar dengan Allah.
- Roma 12:2: Jangan mengikuti pola dunia; perbaharuilah hati dengan pembaruan batin, agar dapat membedakan kehendak Allah.
Penjelasan singkat: konteks pembaruan batin menjelaskan bagaimana kehendak yang baik dan sempurna itu bisa diinginkan.
Refleksi praktis
Pikirkan pilihan terakhir yang Anda buat hari ini: apakah itu membawa kedamaian batin atau hanya kepuasan sesaat? Latihlah diri untuk menimbang antara godaan dan nilai-nilai kebenaran. Ketika menghadapi godaan, ingat bahwa memilih jalan benar tidak hanya menghormati Allah, tetapi juga membangun kehendak hati yang sedap bagi hidup Anda dan orang-orang di sekitar.
Akhir ringkas
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa kesejatian kebahagiaan sejati terletak pada kehendak Allah dan jalan yang benar. Menghindari kejahatan adalah tindakan kebijaksanaan yang menumbuhkan kedamaian batin, bukan sekadar menahan diri dari hal-hal buruk. Dalam konteks Amsal, kebijaksanaan adalah pilihan hidup yang menyelaraskan hati dengan Tuhan.
Quotations (terkandung dalam sumber penafsir publik domain):
Matthew Henry dan Albert Barnes menawarkan pandangan tentang kepuasan batin yang berasal dari hidup benar dan konsekuensi dari kebodohan yang mengikuti jalan kejahatan. (Catatan: tidak ada kutipan langsung teks panjang yang diulang di sini; rujukan tersurat di dalam ulasan umum mereka.)