Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 25:1 Amsal 25:2 Amsal 25:3 Amsal 25:4 Amsal 25:5 Amsal 25:6 Amsal 25:7 Amsal 25:8 Amsal 25:9 Amsal 25:10 Amsal 25:11 Amsal 25:12 Amsal 25:13 Amsal 25:14 Amsal 25:15 Amsal 25:16 Amsal 25:17 Amsal 25:18 Amsal 25:19 Amsal 25:20 Amsal 25:21 Amsal 25:22 Amsal 25:23 Amsal 25:24 Amsal 25:25 Amsal 25:26 Amsal 25:27 Amsal 25:28



Amsal 25:13 (IDN) — Seperti sejuk salju pada musim menuai
Mengapa ayat ini penting
Amsal 25:13 menggambarkan bagaimana kehormatan dan kebaikan seorang utusan diuji melalui kesetiaannya. Seperti sejuk salju yang membawa kesegaran pada saat puncak panen, begitu pula kata-kata dan tindakan seorang suruhan yang setia memberi kesejukan hati tuannya. Ayat ini menegaskan pentingnya keandalan, kebijaksanaan, dan empati dalam hubungan kerja serta pengaruhnya terhadap suasana kerja dan kepercayaan antara atasan dan bawahan.
Konteks asli
Amsal ini adalah bagian dari kumpulan pepatah yang menyoroti hikmat praktis untuk kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Israel kuno, peran suruhan atau utusan sangat vital—ia adalah wajah kerja sama antara majikan dan pekerja. Ketika seorang utusan dapat dipercaya, dia tidak hanya melaksanakan perintah, tetapi juga membawa suasana damai dan dorongan bagi tuannya. Ayat ini menekankan bahwa kelakuan sang utusan berlipat nilai karena dampaknya terhadap keharmonisan rumah tangga dan urusan kerja.
Pokok pesan
Inti dari ayat ini: kesetiaan dan keandalan seorang suruhan memberikan “kesejukan” bagi tuannya, seperti salju yang menyejukkan pada musim menuai. Kesetiaan bukan sekadar menuruti perintah, tetapi juga menimbulkan rasa percaya, mengurangi kekhawatiran, dan memudahkan pemimpin dalam membuat keputusan. Dengan demikian, hubungan kerja menjadi lancar dan berbuah kebaikan bagi semua pihak.
Tema alkitabiah yang relevan
Cross-references (singkat)
Refleksi praktis
Bagaimana kita menilai kesetiaan dalam tugas harian? Apakah kita membawa ketenangan pekerjaan dengan sikap yang dapat diandalkan? Bagi tuan rumah atau pemimpin, mari mengakui pentingnya membangun budaya kerja yang mengutamakan kejujuran, komunikasi yang jelas, dan perlakuan adil. Bagi pekerja, amalkan tanggung jawab, tepat waktu, dan kesiapan membantu rekan kerja sehingga tim meraih hasil yang lebih baik.
Kutipan singkat (historis) dari sumber tafsir terdahulu
Ketika membaca nasihat ini, Matthew Henry menekankan bahwa kesetiaan yang nyata menenangkan tuan rumah dan meningkatkan rasa aman. Albert Barnes menyoroti bahwa “suruhan yang setiawan” tidak hanya menuruti perintah, tetapi juga membangun reputasi kepercayaan dalam rumah tangga. Adam Clarke menambahkan pemahaman bahwa kebaikan sang utusan memantulkan hikmat moral tentang bagaimana hubungan kerja seharusnya saling menguntungkan dan dihormati.
Penutup devosi
Kristus adalah teladan utama kesetiaan. Dalam pekerjaan kita, biarlah kita menjadi “sejuk salju” bagi atasan maupun rekan kerja dengan niat tulus, kerelaan berkorban, dan integritas tanpa cela. Melalui kerja yang setia, kita mempermudah beban sesama dan memuliakan Tuhan dalam setiap tugas yang kita jalani.