Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 25:1 Amsal 25:2 Amsal 25:3 Amsal 25:4 Amsal 25:5 Amsal 25:6 Amsal 25:7 Amsal 25:8 Amsal 25:9 Amsal 25:10 Amsal 25:11 Amsal 25:12 Amsal 25:13 Amsal 25:14 Amsal 25:15 Amsal 25:16 Amsal 25:17 Amsal 25:18 Amsal 25:19 Amsal 25:20 Amsal 25:21 Amsal 25:22 Amsal 25:23 Amsal 25:24 Amsal 25:25 Amsal 25:26 Amsal 25:27 Amsal 25:28



Amsal 25:22 (IDN) — "karena dalam berbuat demikian engkau menimbunkan bara api di atas kepalanya, maka Tuhan akan membalasnya kepadamu kelak."
Nasihat kebijaksanaan di Amsal 25:22 menegaskan bahwa membalas kejahatan dengan kebaikan adalah jalan Allah menuntun hati manusia kepada pembalasan-Nya sendiri. Perbuatan membalas dengan kasih membalikkan pola dendam dan membuka peluang bagi perlindungan, pemulihan, serta penyataan keadilan ilahi.
konteks sastra dan makna teologis
Dalam kitab Amsal, nasihat ini muncul sebagai bagian dari ajaran praktis untuk hidup saleh di tengah konflik. Frasa “menimbunkan bara api di atas kepalanya” berarti memberi perlakuan yang baik kepada musuh atau orang yang bersalah sehingga rasa malu, penyesalan, atau perubahan hati terpacu. Allah diposisikan sebagai Pengendali pembalasan; manusia dipanggil untuk menahan diri dan memilih kasih, karena itu pada akhirnya membenarkan jalan-Nya yang adil.
penafsiran oleh tokoh tepercaya (ringkas)
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa tindakan membalas dengan kebaikan mengungkapkan kebijakan praktis: jika orang berbuat jahat, tetapi kita menjawab dengan kebaikan, maka pelaku kejahatan akan merasakan beban moralnya dan kemungkinan bertobat. Firman ini juga menunjukkan bahwa pembalasan terakhir ada di tangan Tuhan, bukan di tangan manusia.
Aku hendak menukil beberapa nuansa dari penelaah berbahasa Inggris lama: Matthew Henry menekankan bahwa kebaikan kita kepada penjahat dapat membangkitkan kesadaran mereka, sementara Barnes dan Clarke menyoroti bagaimana dorongan ilahi akan membalas dengan adil bagi mereka yang menaruh kejahatan pada sesama. Walau kata-kata mereka telah menjadi bagian dari warisan berbahasa Inggris, inti pesan tetap sederhana: kasih yang terukur mengubah keadaan tanpa meniadakan keadilan Allah.
hubungan Alkitabiah
pertanyaan refleksi
kesimpulan singkat
Ayat ini mengajak kita menjalani hidup bijaksana: membalas kejahatan dengan kebaikan bukan lambang pasrah pasif, melainkan tindakan iman yang mengakui kedaulatan Allah. Dengan mengalihkan dendam kepada kasih, kita tidak kehilangan keadilan, tetapi membuka peluang bagi pertobatan dan pembaruan bagi semua pihak.