Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 25:1 Amsal 25:2 Amsal 25:3 Amsal 25:4 Amsal 25:5 Amsal 25:6 Amsal 25:7 Amsal 25:8 Amsal 25:9 Amsal 25:10 Amsal 25:11 Amsal 25:12 Amsal 25:13 Amsal 25:14 Amsal 25:15 Amsal 25:16 Amsal 25:17 Amsal 25:18 Amsal 25:19 Amsal 25:20 Amsal 25:21 Amsal 25:22 Amsal 25:23 Amsal 25:24 Amsal 25:25 Amsal 25:26 Amsal 25:27 Amsal 25:28



Amsal 25:5 (IDN) — Menjauhkan orang jahat dari hadapan raja
Pemilihan kata dalam ayat ini menonjolkan dua tindakan penting dalam tata kelola yang adil: menyingkirkan orang jahat dari hadapan raja dan memastikan keadilan kebenaran bekerja. Ayat ini muncul dalam konteks pepatah yang menasihati kebijaksanaan dalam urusan istana, di mana kehendak manusia bisa mempengaruhi kenyataan pemerintahan. Ketika orang jahat diusir, keadilan dan stabilitas kerajaan lebih terjamin; sebaliknya, penyalahgunaan kekuasaan atau kehadiran orang-orang yang bersikap tidak jujur dapat menodai tahta. Pertimbangan praktisnya adalah agar urusan negara berdasar pada kebenaran, sehingga takhta tetap kokoh di masa depan.
Makna utama
Kata kunci ayat ini menekankan pemurnian lingkungan kekuasaan. Keberanian untuk menyingkirkan elemen-elemen yang merusak integritas institusi adalah bagian dari tata kelola yang berkenan di hadapan Tuhan. Keputusan untuk menyingkirkan pihak jahat bukan semata soal menghukum, tetapi menjaga kemuliaan keadilan yang menjadi fondasi pemerintahan yang benar.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
Refleksi praktis
Dalam konteks pribadi maupun kepemerintahan, ayat ini mengajak kita bertanya: bagaimana kita menjaga integritas lingkungan kita sendiri? Mendorong kejujuran, menolak praktik manipulatif, dan memilih penataan yang adil adalah bagian dari menjaga reputasi dan keberlanjutan kerja bersama. Keteladanan kepemimpinan yang menjunjung kebenaran akan menginspirasi orang lain untuk berpegang pada nilai-nilai yang benar.
Inti ringkas
Ayat ini mengajarkan bahwa kebenaran dan keadilan membangun ketahanan tahta. Menyingkirkan unsur-unsur jahat dari hadapan penguasa adalah bagian dari menjaga keutuhan institusi dan menegakkan pemerintahan yang benar di mata Tuhan dan manusia.
Catatan singkat: Beberapa komentar para penafsir publik-domain menekankan bahwa praktik ini adalah bagian dari hikmat pemerintahan, bukan sekadar pembalasan, sehingga tahta bertahan melalui kebenaran yang ditegakkan dengan adil.