Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 29:1 Amsal 29:2 Amsal 29:3 Amsal 29:4 Amsal 29:5 Amsal 29:6 Amsal 29:7 Amsal 29:8 Amsal 29:9 Amsal 29:10 Amsal 29:11 Amsal 29:12 Amsal 29:13 Amsal 29:14 Amsal 29:15 Amsal 29:16 Amsal 29:17 Amsal 29:18 Amsal 29:19 Amsal 29:20 Amsal 29:21 Amsal 29:22 Amsal 29:23 Amsal 29:24 Amsal 29:25 Amsal 29:26 Amsal 29:27



Amsal 29:17 (IDN): Ajarilah anakmu, maka iapun akan menjadikan kesenanganmu, bahkan, iapun akan mendatangkan kesukaan kepada hatimu
Bagian ini berada dalam bingkai nasihat kebajikan di kitab Amsal yang menonjolkan hubungan antara orang tua dan anak, serta bagaimana disiplin dan kasih dapat membentuk masa depan yang penuh damai. Ayat ini menegaskan bahwa pengajaran yang konsisten dan lembut tidak sekadar membentuk perilaku anak, melainkan juga membawa kepuasan hati orang tua.
Makna inti
Ajarilah anakmu menunjukkan tindakan membimbing dengan hikmat, kesabaran, dan pengajaran nilai. Hasilnya adalah anak yang rukun, patuh, dan membawa kegembiraan bagi orang tua. Ini menekankan bahwa disiplin yang tepat, didampingi kasih, menghasilkan buah yang menyenangkan bagi kesejahteraan keluarga.
Tema utama
Rujukan terkait
Beberapa ayat yang sejalan dengan tema ini meliputi:
Penjelasan ringkas: Ketiga rujukan ini menegaskan pola hubungan orang tua-anak yang harmonis, di mana disiplin yang berimbang dengan kasih membentuk karakter dan menjaga keharmonisan keluarga.
Penafsiran praktis
- Bersikap tegas namun penuh kasih ketika mendidik anak. “Ajarkanlah… maka iapun akan menjadikan kesenanganmu” berarti kepatuhan lahir dari pengajaran yang jelas dan konsisten.
- Ciptakan waktu bersama untuk membahas nilai-nilai hidup—kejujuran, kerja keras, dan empati. Kegembiraan orang tua tumbuh ketika anak menunjukkan integritas di keseharian.
- Bangun suasana rumah yang aman untuk bertanya dan belajar. Respons yang tenang membantu anak memahami kesalahannya tanpa merasa terpojok.
Gambaran singkat menurut tokoh penafsir berbahasa Inggris (ringkas)
Para penafsir klasik menekankan bahwa disiplin yang diberikan dengan kasih akan menghasilkan ketenangan batin bagi orang tua dan harapan yang terjaga bagi masa depan anak. Dalam pandangan Matthew Henry dan Adam Clarke, penekanan ada pada pendidikan berlandaskan hikmat ilahi serta kepekaan terhadap kebutuhan rohani anak.
Refleksi praktis
Renungkan bagaimana Anda mendidik anak-anak Anda saat ini: adakah suasana rumah yang memupuk kepercayaan, atau dominasi yang menimbulkan jarak? Ketika pengajaran dilakukan dengan kasih, buahnya adalah kegembiraan batin bagi orang tua dan rambu moral bagi anak.
Kesimpulan
Ajarilah anakmu dengan kebijaksanaan dan kasih, karena hasilnya melampaui perilaku yang baik: itu membawa kesenangan bagi orang tua dan kegembiraan bagi hatimu, sehingga rumah dipenuhi damai dan harapan untuk masa depan.