Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 5:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
bahwa kakinya menuju maut dan tapak kakinyapun berpaut akan neraka adanya.
Amsal 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 5:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 7:27 (IDN) »
Bahwa dalam rumahnya adalah jalan ke neraka, yang membawa turun ke dalam bilik-bilik maut.

Amsal 2:18 (IDN) »
karena rumahnya cenderunglah kepada maut, dan segala jalannya menuju tempat orang mati.
Makna Langsung Amsal 5:5
Ayat ini menggambarkan bahaya maut yang mengintai oleh perbuatan tidak setia terhadap pasangan dan komitmen pernikahan. Dalam bahasa kiasan, perbuatan itu diarahkan pada jalur yang membinasakan jiwa dan hidup manusia, sehingga kakinya menuju maut dan tapak kakinya berpaut pada neraka adanya. Intinya: mengikuti pesona nafsu di luar ikatan pernikahan membawa kehancuran rohani dan moral.
Latar-Kon_texturat
Amsal 5 secara keseluruhan menyoroti godaan, terutama terkait dengan jalan seseorang yang menjalani hidup tidak setia. Penulis pertamanya, Salomo, menekankan bahwa kemewahan dunia dan kenikmatan yang bersifat sesaat tak sebanding dengan konsekuensi rohani dari melanggar bangunan moral rumah tangga. Dalam konteks kitab Amsal, nasihat ini berfungsi sebagai peringatan praktis bagi anak-anak raja dan bangsawan, namun relevan untuk semua orang yang membutuhkan bimbingan etika dan pengendalian diri.
Observasi Tafsir
Garis besar tema
Cross-references (hubungan tema)
- Amsal 2:16-19: Peringatan agar tidak mengikuti jalan wanita yang menipu, menjelaskan bagaimana godaan berujung pada penghukuman dan kehilangan hidup. - I Korintus 6:18: Dorongan untuk menjauhi percabulan karena tubuh adalah bait Roh Kudus, mengaitkan perilaku seksual dengan dampak rohani pada diri sendiri. - Ibrani 13:4: Penekanan pada kemuliaan perkawinan sebagai kehormatan dan bahaya penyelewengan.
Rangkaian interpretasi singkat
Amsal 5:5 mengingatkan bahwa pilihan hati dan tindakan menyangkut komitmen pernikahan memiliki dampak kekal. Namun, hikmat alkitabiah bukan sekadar larangan, melainkan didorong agar hidup menuntun pada kesetiaan, kendali diri, dan kuasa pertobatan yang memulihkan hubungan dengan Tuhan serta sesama.
Takeaway praktis
Penggabungan pandangan para penafsir terdahulu
Ringkasan dari pemikiran Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menegaskan bahwa ayat ini menegaskan bahaya mengikuti kepuasan duniawi yang menipu. Henry menekankan bahaya masuk ke jalan yang berujung kehancuran pribadi; Barnes menambahkan pentingnya menjaga kebersihan hati agar tidak jatuh dalam perzinahan; Clarke menekankan bahwa kebijaksanaan kamilah diperlukan untuk menahan diri sebelum tindakan merusak terjadi. Kutipan singkat (sekaligus diakui sebagai rujukan): "kaki menuju maut" sering dipakai untuk menggambarkan bahaya moral yang merusak, dan "tapak kakinya berpaut akan neraka" merujuk pada konsekuensi kekal dari perilaku yang lalai terhadap perintah Tuhan.