Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 5:15 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 5:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Baiklah engkau minum air dari pada kolammu sendiri dan air yang mengalir dari pada telagamu sendiri.
Amsal 5:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 5:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 7:2 (IDN) »
akan tetapi dari sebab zinah, maka hendaklah tiap-tiap laki-laki beristerikan isterinya sendiri, dan tiap-tiap perempuan bersuamikan suaminya sendiri.

Ibrani 13:4 (IDN) »
Hendaklah hal nikah itu diindahkan di antara orang sekalian, dan tempat tidur jangan jadi najis; karena orang berkendak dan orang berzinah akan disiksakan Allah kelak.

Amsal 5:18 (IDN) »
Berkatlah kiranya atas pancaranmu, dan bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu.
Amsal 5:15 — Mengarahkan Hati pada Kesetiaan Perkawinan
Ayat ini muncul dalam bagian kitab Amsal yang menyorot nasihat bijaksana tentang menjaga kesetiaan perkawinan. Banyak prinsip moral kebijaksanaan dalam kitab Amsal menekankan integritas hidup pribadi, terutama dalam hubungan suami-istri. Secara konteks, Ayub, raja, atau tokoh-tokoh lain tidak ada di sini; fokusnya adalah pada pola hidup yang saleh dan menolak godaan perselingkuhan. Ayat ini menegaskan sikap loyal terhadap pasangan dan menjauhi godaan yang bisa merusak hubungan rumah tangga.
Makna asli dan pesan pokok
“Baiklah engkau minum air dari pada kolammu sendiri dan air yang mengalir dari pada telagamu sendiri.” Ayat ini memakai gambaran sederhana: minum dari kolam sendiri dan dari telaga sendiri. Maknanya adalah menjaga kesetiaan seksual sebagai ekspresi komitmen pribadi terhadap pasangan hidup. Penggunaan bahasa fisik air melambangkan kepuasan hidup rumah tangga yang setia. Pesan utamanya ialah peliharalah keutuhan perkawinan dengan tidak mencari kepuasan di luar ikatan suami-istri.
Pemikiran para komentator publik-domain
Beberapa sumber patokan seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa nasihat ini menuntun pembaca untuk menghindari daya tarik luar yang berbahaya. Henry menekankan bahwa kebijaksanaan sejati mengarahkan kita kepada pemeliharaan ketetapan rumah tangga sebagai bagian dari kehidupan saleh. Barnes menegaskan bahwa ayat ini menolak pembenaran diri untuk tindakan tidak setia. Clarke melihat gambaran ini sebagai dorongan praktis untuk menjaga kemurnian hidup agar tidak menimbulkan rasa bersalah dan akibat yang merusak keluarga serta reputasi.
Rangkuman pandangan para komentator publik-domain yang relevan di atas mengajarkan bahwa ayat ini menekankan disiplin diri, rasa hormat terhadap pasangan, serta konsekuensi sosial dan spiritual dari perselingkuhan. Perhatikan bahwa tidak ada ajaran untuk mengucilkan pelanggaran, melainkan ajaran untuk memelihara integritas dan kesetiaan dalam rumah tangga sebagai bagian dari hidup bijaksana.
Tema Alkitabiah terkait
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat sejenis yang memperkaya makna ayat ini tanpa mengutip teksnya secara penuh:
Penjelasan singkat: ketiga rujukan membantu menegaskan prinsip kesetiaan sebagai fondasi kebijaksanaan hidup, menjaga integritas status pernikahan, serta menekankan pentingnya kehormatan bagi hubungan suami-istri di hadapan Allah.
Refleksi devosional singkat
Ketika manusia diuji dengan godaan, kebijaksanaan sejati bukan sekadar menghindari perbuatan buruk, tetapi mempercayakan komitmen kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan rumah tangga. Menjaga “kolam” dan “telaga” kita sendiri berarti merawat keintiman, komunikasi yang jujur, dan saling menghormati antara pasangan. Biarkan kepuasan hidup berkelindan dengan loyalitas, sehingga rumah tangga menjadi ladang berkat yang memuliakan Allah.
Renungkan ini: bagaimana kita memperkokoh komitmen kepada pasangan hari ini? Adakah tindakan kecil yang bisa kita hindari agar tidak menjerumuskan pada perselingkuhan secara batin maupun tindakan?
Referensi singkat para komentator terdahulu menjadi panduan bagaimana kebijaksanaan mengajarkan integritas hidup. Prinsip utama tetap sama: keutuhan rumah tangga adalah bagian dari hidup bijaksana yang menjunjung tinggi kehendak Tuhan dalam relasi yang setia.